Halaman

Tampilkan postingan dengan label KOLEKSI CERITA DEWASA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOLEKSI CERITA DEWASA. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 September 2013

CERITA DEWASA-BERTUKAR ISTRI

Cerita ini adalah seorang suami yang merasa bosan dengan istrinya lalu mencoba bertukar istri dengan saudara kembarnya. Istri saudaranya tersebut berpenampilan menarik, cantik dan wangi. Sampai sejauh itukah hubungan mereka? Apakah semuanya sesuai harapannya?

Baca kisahnya di bawah ini.

Senyumnya mengembang menyambutku sepulang dari kantor. Seperti biasa, wanita itu mengajakku duduk di sofa. Kemudian wanita itu membuka sepatuku, kaus kakiku dan tidak lupa menyuguhkan secangkir teh manis hangat dan sepiring kue kesukaanku.

Dia adalah Yuni. Istriku yang sudah 13 tahun menemaniku dan telah memberiku 3 orang anak yang lucu.Ketika awal menikah, Yuni seorang wanita karir yang cantik dan menarik. Sungguh, Yuni benar-benar membuatku jatuh cinta.

Namun sejak kelahiran Daffa anak pertama kami, dia memutuskan untuk berhenti dari perusahaan tempatnya bekerja. Heny ingin lebih fokus dalam merawat dan mendidik anak-anak kami.

Aku tak mempermasalahkan alasannya. Aku ikut senang dan mendukungnya. Penghasilanku sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan rumah tangga kami.

Namun seiring berjalannya waktu, Yuni telah berubah di mataku. Yuni tak semenarik dulu lagi. Sibuknya Yuni dalam mengurus rumah tangga dan merawat anak-anak kami, membuat Yuni lalai dalam merawat dirinya. Yuni jarang menggunakan make up, parfum, dan sering kali memakai daster butut yang selalu setia menemaninya di rumah. Menurut Yuni, sangat nyaman dan adem bila memakai daster di cuaca yang sangat panas.

“Mau makan malam atau mandi dulu mas?” Yuni membuyarkan lamunanku.

Di tangannya sudah siap handuk dan baju gantiku. Mataku sempat melirik sebuah foto pernikahan di dinding dengan tulisan dibawahnya: Yuni & Adi. Kami tampak begitu bahagia dan serasi.

“Mandi saja dek, tadi di kantor aku sudah makan”,

Aku terpaksa berbohong, meski sebenarnya aku belum makan, pemandangan lusuh yang ada di mataku telah merusak selera makanku.

Sementara di kantor, rekan-rekan wanitaku tampilannya modis dan wangi namun di rumah wanita yang menyambutku berbeda bagai langit dan bumi. Istriku yang memakai daster lusuh dan berdandan sangat natural.

Selesai mandi, segera aku masuk ke kamar Daffa. Dia tengah tertidur pulas. Di usianya yang masih 10 tahun, sudah terlihat wajahnya mengadopsi wajahku. Kukecup keningnya, selanjutnya aku beranjak menuju kamar Zahra dan Nadia. Mereka masih tidur dalam satu kamar. Kecantikan wajah keduanya mewarisi wajah Yuni, istriku. Setelah kucium keduanya yang sedang terlelap, segera aku beranjak menuju kamar tidurku.

Di dalam kamar, istriku sedang menyalakan lampu tidur. Aku segera berbaring ke tempat tidur yang telah rapi. Meski di rumah tidak ada pembantu rumah tangga, namun istriku mampu mengerjakan hampir semua pekerjaan rumah dengan baik. Dia memang tergolong wanita yang rajin, seolah-olah tidak ada capeknya.

“Bagaimana dengan pekerjaannya di kantor, mas ?”

“Baik dek” aku biasa memanggilnya dengan sebutan adek.

“Bener nggak ada masalah mas? Kok kuperhatikan akhir-akhir ini mas banyak diam”

“Iya, ngggak apa-apa kok,”

“Syukurlah kalau begitu mas” Yuni ikut naik ke ranjang sambil menyelimuti tubuhku dengan selimut yang lembut dan wangi. Aku memang tidak terlalu kuat dengan dingin AC.

Aku tidak bisa nyenyak dalam tidurku, jujur aku merasakan suatu kebosanan dengan kehidupanku. Disampingku istriku tidur dengan memakai daster kembang-kembang warna kuning yang juga dipakainya saat hamil Daffa anak pertamaku, yaaa…. berarti sudah 10 tahun lebih usia daster lusuh itu. Sungguh menjadi inspirasi untuk datangnya mimpi burukku.

Saat makan siang di kantor aku mengutarakan tentang kehidupan rumah tanggaku yang membosankan kepada Rudi dan Rio temen akrabku. Sambil tersenyum, silih berganti mereka mendengarkan keluhanku.

“Itu karena kamu terlalu monoton Adi, terlalu lurus berumah tangga. Sekali-kali cobalah melakukan sesuatu yang ekstrim untuk membakar kembali gelora jiwamu” Rudi nyerocos sambil menikmati sepiring nasi goreng.

“Betul tuh kata Rudi, cobalah melakukan sesuatu yang ekstrim agar kehidupan rumah tanggamu tidak monoton, dengan cara selingkuh misalnya, tuh.. diem-diem Siska, anak baru di departemen kita kuperhatikan sering curi-curi pandang ke kamu Ar, udah… jadiin aja Siska selingkuhanmu, aku yakin dengan berselingkuh kamu akan menemukan kembali apa yang selama ini hilang dari hidupmu” Rio turut memberikan usulannya.

Benar juga kata mereka, Siska anak baru di departemenku memang kuperhatikan sering curi-curi pandang, senyum serta sorot matanya menyiratkan sesuatu maksud tertentu kepadaku.

Meski di usiaku yang menginjak 38 tahun, namun ketampananku belum pudar, ditambah lagi posisiku di kantor yang cukup mapan, aku yakin tidak terlalu sulit buatku mendapatkan seorang wanita.

“Aku tidak mau terjebak dengan komitmen kepada seorang wanita sob, ada usulan lain nggak?”

“Kalau tidak mau susah-susah pelihara kambing, langsung beli satenya aja, ngerti kan maksudku di” kata Rudi dengan senyum nakalnya.

“Kita bisa kok mengantarmu ke tempat gadis-gadis cantik yang akan memuaskanmu, cinta satu malam, puas, tanpa komitmen, bayar, pulang deh berkumpul lagi bareng keluarga” Rio turut menimpali.

“Ok deh, thanks ya sob masukannya, aku pikir-pikir dulu.”

“Iya tapi jangan terlalu lama mikirnya, keburu digaet pak bos tuh si Siska, tahu sendiri bos kita nggak bisa lihat cewek bohay dikit” kata Rudi.


Untuk berselingkuh dengan wanita lain aku masih belum berani, demikian juga untuk berzinah, tidak pernah ada dalam kamusku. Dalam kekalutanku aku menghubungi Bimo, kakakku untuk bertemu saat makan siang.

Akhirnya pertemuanku dengan kakakku Bimo, akan terlaksana juga. Syukurlah di tengah kesibukannya, ia masih sempat meluangkan waktu untuk mendengar curahan hatiku.

“Hallo… sudah lama nunggu Di?” Bimo tersenyum menghampiriku.

Bimo mengenakan atasan setelan hem biru lengan panjang dan dipadukan dengan celana panjang hitam. Melihatnya, seolah aku sedang bercermin. Kita memang saudara kembar, namanya Bimo, dia lebih tua 10 menit dariku, sehingga antara kami berdua tidak ada yang memanggil kakak atau adik melainkan langsung dengan nama kami masing-masing.

“Begitulah Bim, masalah berat yang sedang aku hadapi”

Kening Bimo langsung berkerut pertanda sedang berfikir setalah mendengarkan panjang lebar curhatku, tidak lupa usulan teman-temanku Rudi dan Rio aku sampaikan kepadanya.

Bimo telah menikah juga dan baru dikaruniai 1 orang anak. Pernikan kita dahulu dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan. Masih teringat ekspresi para tamu undangan yang tersenyum-senyum menyaksikan dua pasang pengantin dengan mempelai pria kembar identik. Ketika bersalaman tidak henti-hentinya para tamu berpesan kepada Yuni istriku, dan kepada Rosa istri Bimo,
“Awas jangan sampai tertukar ya suaminya di malam pertama!!”
Kami pun hanya bisa tersenyum membayangkan malam pertama tertukar, hihihi


“Semua keluarga pasti ada permasalahan Di, akupun juga tidak luput dari permasalahan keluarga” Bimo berucap sambil menghisap sebatang rokok.

Di mataku Bimo laki-laki yang sangat beruntung, punya istri Rosa yang cantik, seksi dan wangi. Tidak seperti Yuni yang lusuh dan bau minyak. Rosa seorang sekretaris pada sebuah perusahaan minyak asing. Kemanapun tampilannya selalu modis dan wangi. Bahkan ketika kami sekaluarga menginap di rumah Bimo, Rosa selalu tampil cantik di rumah.

“Kamu beruntung Di punya istri Yuni, seorang ibu yang pinter mendidik anak, telaten melayanimu dan bisa setiap saat bertemu denganmu, sedangkan aku karena kesibukan Rosa, jarang punya waktu untuk menikmati saat kebersamaan.”

“Tapi aku membutuhkan suatu terobosan besar dalam kehidupanku yang monotan ini Bim, kalau tidak, aku ragu apakah bahtera rumah tanggaku ini bisa diselamatkan. Kalau untuk selingkuh atau “jajan” seperti usul teman-temanku aku jelas tidak bisa melaksanakan Bim, duh.. gimana dong ada solusi nggak?”

“Hmm… gimana kalau aku tawarkan sesuatu yang ekstrim tapiiii… nggak jadi deh, Di..” ucap Bimo ragu-ragu.

“Ayo dong Bim, lanjutin kata-katanya, aku pasti setuju deh” pintaku dengan penasaran

“Sebenarnya aku ragu dengan usulanku ini, sangat ekstrim, namun lebih baik dibandingkan dengan selingkuh atau jajan Di. Kamu ingat tidak saat kita keluarga besar bertemu, Yuni dan Rosa sering salah mengira aku adalah kamu dan sebaliknya kamu dikira aku.”

“Bener juga ya Bim, selain papa mama, istri-istri dan anak-anak kita masih sering keliru, karena wajah, suara, postur dan perangai kita memang bener-bener susah dibedakan, terusss… maksud kamu apa Bim?” tanyaku tak sabar.

“Begini Di, setelah mendengar penjelasanmu tadi tentang tidak bahagianya kamu dengan istrimu, dan demi meyelamatkan rumah tangga kalian maka aku berfikir bagaimana kalau sementara waktu kita saling bertukar posisi, kamu di posisiku dan aku menggantikan posisimu.”

“ Barter atau tukeran istri maksudmu Bim”? tanyaku kaget dengan mata melotot.

“Bukan sekedar istri namun juga barter seluruh kesehariannya, keluarga dan pekerjaan Di, cukup satu minggu saja dan ada satu syarat yang tidak boleh kita langgar”?

“Syarat apa tuh, Bim”?

“Kamu berjanji tidak menggauli istriku Rosa Di, dan sebaliknya aku juga tidak berhubungan intim dengan istrimu Yuni, bagaimana?”

“Baiklah Bim kalau itu aku pasti setuju, tapi kalau boleh tahu apa alasanmu merelakan aku menikmati berada dalam posisimu meski cuma sementara”

“Seperti yang aku utarakan tadi Di, kulakukan ini untuk menyelamatkan kehidupan rumah tangga kalian, dari pada kamu terjerumus ke hal-hal yang tidak benar seperti teman-temanmu, disamping itu aku juga ingin menunjukkan kepadamu bahwa aku pun memiliki permasalahan dengan istriku, setiap rumah tangga pasti ada problem, yang terpenting bagaimana kita menyikapinya”

“Baik lah mulai kapan kita mulai permainan ini Bim ??”

“Sekarang saja mumpung kita bisa bertemu Di.”

Maka setelah kami saling bertukar informasi tentang situasi rumah, istri, anak-anak, pekerjaan dan lain-lain maka mulailah kami bertukar pakaian, HP dan kendaraan untuk melanjutkan keidupan sandiwara kami.Kupacu mobil Bimo menuju rumahnya yang sementara waktu akan jadi rumahku. Ada perasaan bimbang juga bagaimana bila Rosa, atau Farhan anaknya Bimo mengenaliku bukan Bimo.

Sesampainya di rumah, yang membukakan pintu bukanlah Rosa melainkan Mbok Rusti pembantu setia keluarga Bimo.

Dalam foto-foto yang dipajang di dinding nampak wajah cantik Rosa, hmm aku pasti bahagia seminggu ini menggantikan Bimo.

“Ibu belum pulang pak, bapak mau minum teh atau kopi? Makanan sudah mbok siapkan di meja makan” kata mbok Rusti.

Lega juga akhirnya ternyata mbok Rusti mengira aku Bimo

“Baik mbok, makasih,”

Belum sempat aku membuka sepatu, Farhan keponakanku, anak Bimo satu-satunya langsung menarik tanganku.

“Pa temenin Farhan maen bola ya.. trus maen kuda-kudaan”

“Sudah malam Farhan, papa capek besok saja ya?”

“Nggak mau, pokoknya papa harus temenin maen, kalau tidak Farhan nggak mau tidur malam”.

Dengan sangat terpaksa aku menemanin keponakanku itu bermain sepuasnya. Bayangan Yuni tiba-tiba muncul di benakku. Betapa capeknya dia selama ini mengurus ketiga orang anakku, dia melakukannya tanpa mengeluh sedikitpun.

Selesai bermain, aku masih harus menunggu sampai Farhan sampai tertidur dan aku baru bisa mandi. Tidak ada lagi Yuni yang menyiapkan handuk dan baju gantiku, aku sekarang melakukannya sendiri.

Selesai mandi aku menonton TV sambil menunggu kedatangan Rosa.

“Bapak nggak makan, pak?” sapa mbok Rusti.

“Nanti saja mbok nunggu ibu datang”

“Sebaiknya bapak makan duluan, ibu kan biasa pulang hampir tengah malam, bapak bisa kena sakit magg kalau menunggu ibu pulang” saran mbok Rusti kepadaku.

Benar juga sampai jam 22.00 Rosa belum juga pulang, akhirnya kusantap juga makanan yang sudah disiapkan mbok Surti sejak tadi, rasanya hambar dan dingin sangat berbeda dengan masakan Yuni istriku. Istriku pinter masak dan bikin kue, di hari libur pasti disempatkannya membuat sendiri kue-kue yang lezat.

Akhirnya aku tertidur juga, karena seharian capek kerja ditambah lagi menemani Farhan main kuda-kudaan. Aku terbangun dari tidurku karena merasa kedinginan, hmm pastes ternyata aku lupa tidak memakai selimut, biasanya istriku Heny yang memakaikan selimut jika aku lupa memakainya.

Kulihat disampingku tertidur seorang wanita bergaun tidur putih… Ahh hampir saja aku berteriak ketakutan,kupikir penampakan disampingku sejenis makhluk halus. Bergaun putih, muka pucat putih kaya topeng. Benar-benar membuatku terkejut.

Ternyata setelah kuperhatikan lebih dekat dia adalah Rosa. Tidurnya terlentang seperti mayat, muka pakai masker krim yang tebalnya 1 cm ditambah irisan mentimun di matanya.

Hmm… akhirnya kulanjutkan tidur juga, dalam hati aku berpikir apa enaknya Bimo punya istri cantik dan seksi namun tidurnya tidak lebih dari mayat begini, masih mending Yuni istriku yang dengan lembut dan penuh kasih sayang memperlakukan aku di atas ranjang.


Bangun tidur tidak kulihat Rosa disampingku. Mungkin dia sedang mandi, kudengar bunyi gemericik shower di kamar mandi yang ada di kamar. Segera saja aku menuju kamar mandi bawah untuk mandi. Setelah mandi aku masuk kamar dan kulihat Rosa sedang berdandan untuk ke kantor.

“Pa… sarapan sama Farhan ya, mama ada meeting pagi-pagi, nggak sempet sarapan. Oh ya pa, mulai nanti malam mama ada dinas luar kota selama 1 minggu, baik-baik ya di rumah “

Aku pun mengangguk serta beranjak turun untuk sarapan. Saat sedang menyantap sarapan, Rosa keluar dari kamar menuruni anak tangga, tampilannya sangat cantik, seksi dan wangi.

”Berangkat dulu ya pa, Farhan jangan nakal ya, mbok jaga rumah baik-baik !!” sambil menciumku ia beranjak menuju mobil meninggalkan bekas lipstick di pipiku.

Ternyata kecantikan dan keseksiannya hanya untuk orang lain bahkan suaminya pun tidak ada waktu untuk menikmatinya. Malang sekali nasibmu Bimo kakakku…

Sesampainya di kantor pertama kali yang kulakukan adalah menelpon Bimo saudara kembarku.

“Bim, tidak perlu menunggu sampai seminggu, barter ini selesai di sini saja ya. Aku tidak kuat” kataku pada Bimo.

“Hahaha… sudah kuduga kamu pasti akan menyerah Di, ok lah kita bertemu siang ini di kantin biasanya”,
Aku dengar gelak tawa Bimo di ujung telepon sana.

Sesampainya di rumah, seperti biasa dengan senyum indahnya, Yuni menyambut kedatanganku. Melepas sepatuku, kaus kakiku, dan menyiapkan air hangat untuk mandiku serta menemaniku makan malam. Masakan istriku yang masih hangat terasa begitu nikmat di lidahku. Meski baru sehari aku tidak merasakannya, serasa setahun aku tidak menikmati masakan lezat itu.

Ku lihat bola matanya lebih dalam, kulihat sorot mata kelelahan. Istriku ternyata begitu berat pekerjaanmu di rumah selama ini. Merawat ketiga anakku ditambah aku yang seolah-olah menjadi anak keempatmu yang masih serba dilayani sehingga tidak ada waktu untuk sekedar merawat tubuhmu.

Saat selesai shalat isya berjamaah dengan istriku, seperti biasa ia meraih tanganku untuk diciumnya dengan mesra. Ohh.. kurasakan tangan yang dulu begitu halus kini telah berubah sedemikian kasar, dan kurus, pastilah karena kerja kerasnya di rumah selama ini.

Kucium tangan suci ini, bagiku ini adalah tangan suci kedua setelah ibuku. Maafkan aku istriku, anak-anakku, aku selama ini hanya bisa menuntut ini dan itu bahkan begitu pengecut untuk sekedar mengutarakan uneg-unegku. Selalu membanding-bandingkanmu dengan wanita lain. Suami macam apa aku ini, yang hanya tahu mencari uang tanpa memikirkan keluarga.

Sebelum tidur, aku dan Yuni berdikusi banyak hal. Aku menyampaikan keluhanku padanya dengan cara yang halus tanpa menyinggung perasaannya. Setengah merayu dan memuji kukatakan padanya bahwa aku ingin melihat dan menikmati tubuh indahnya, dengan memberikan sebuah hadiah yang kubeli sepulang dari kantor tadi,

” Dek, aku punya hadiah untuk mu” kataku sambil menyodorkan bungkusan kado berwana biru. Warna kesukaan Yuni.

Dengan terkejut dan mata berbinar-binar Yuni membuka kadonya

” Wah, surprise nih mas. Boleh aku buka sekarang? ” tanyanya tak sabar.

” Ya, semoga dek Yuni suka dan mau memakainya malam ini ” kataku sambil mengedipkan mata.

Dengan terburu-buru Yuni membuka. Roman muka yang begitu gembira ketika Yuni melihat Adi membelikan setengah lusin Lingerie seksi pengganti daster batiknya yang lusuh. Yuni memeluk Adi dengan malu-malu dan berkata,

“Terima kasih mas, aku pasti pakai malam ini “

Aku juga menyarankan kepada Yuni untuk mengambil seorang pembantu rumah tangga dari sebuah yayasan. Tujuanku agar Yuni tidak terlalu kelelahan dalam mengurus rumah tangga dan anak-anak kami. Sehingga Yuni masih mempunyai waktu luang untuk merawat diri, kesalon, berolah raga dan membaca buku kegemarannya.

Yuni sangat gembira sekali. Dan permasalahan dikelurga kami telah tersolusikan.

“I Love you, Yuni!” Kataku sambil memeluknya

“Terima kasih sudah menemani dan mengurus aku dan anak-anak selama ini”,


CERITA DEWASA- NGESEX SAMA ANAK BERJILBAB

Nasib itu ada di tangan Tuhan. Seringkali aku memikirkan kalimat ini. Rasanya ada benarnya juga. Tapi apakah ini nasib yg digariskan Tuhan aku tidak tau mungkin lebih tepat ini adalah godaan dari setan. Seperti pagi ini ketika di dalam bus menuju ke kantor aku duduk di sebelah cewek cantik dengan jilbab dengan tinggi 150 cm, umur sekitar 27 tahun, bertubuh sekal dan berkulit putih (keliatan dari kulit wajah dan telapak tangannya). Mula-mula aku tidak perduli karena hobiku untuk tidur di bis sangat kuat namun hobi itu lenyap seketika ketika cewek berjilbab di sebelahku menarik tas dipangkuannya untuk mengambil hp-nya yg berdering. Sepasang paha montok tercetak jelas dari rok biru tua panjang nan ketat yang dipakainya. Pemandangan itu cukup menarik sehingga menggugah seleraku menjadi bangkit. Aku lantas mencari akal bagaimana memancing percakapan dan mencari informasi. Sepertinya sudah alamnya ketika kita kepepet seringkali ada ide yg keluar. Saat itu setelah dia selesai menelefon tiba-tiba mulutku sudah meluncur ucapan ,"Wachhh... hobinya sama juga yach !". Sejenak dia memandangku bingung, mungkin berpikir orang ini sok akrab banget sich."Hobi apaan ?" tanyanya. "Itu nitip absen", sahutku dan dia tertawa kecil. "Tau aja kamu. Dasar tukang nguping", sahutnya.Akhirnya obrolan bergulir. Selama percakapan aku tidak menanyakan nama, pekerjaan maupun teleponnya, tapi lebih banyak cerita lucu. Sampai akhirnya dia ngomong "kamu lucu juga yach.., nggak kaya cowok yang laen.""Maksud kamu ?" tanyaku lagi."Biasanya mereka baru ngobrol sebentar udah nanya nama terus minta nomor telepon." Setelah itu kami saling berkenalan. Perempuan muda berjilbab bernama Siti Fathiya, biasa dipanggil Tia. Obrolan terus berlanjut sampe dia turun di Thamrin dan aku terus ke kota. Dua hari kemudian aku bertemu dia lagi. Cewek manis berjilbab itu menghampiriku dan duduk disebelahku sambil bercerita bahwa teman-temannya penasaran karena dia hari itu punya banyak cerita konyol. Pagi itu kami menjadi lebih akrab. Sambil bercanda tiba-tiba dia berkata :"Kamu pasti suka maen cewek yach, soalnya kamu jago ngobrol banget. Pasti banyak cewek di bis ini yang kamu pacarin."Sumpah mati aku kaget sekali denger omongan dia. Kayanya maksud aku buat kencan ama dia udah ketauan. Akhirnya karena udah nanggung aku ceritain aja ke dia kalo aku sudah beristri dan punya anak. Ech rupanya dia biasa aja, justru aku yang jadi kaget karena ternyata dia sudah nggak perawan lagi karena pernah MBA waktu lulus sekolah dulu. Sekarang dia sudah bercerai. Wuichhh, nggak nyangka banget kalo doi ternyata janda muda. Selanjutnya sudah bisa ditebak. Obrolan sudah lebih ringan arahnya. Akupun mulai memancing obrolan ke arah yang menjurus sex. Keakraban dan keterbukaan ke arah sex sudah di depan mata. Sampai suatu sore setelah dua bulan perkenalan, kami janjian pulang bareng. Hari itu dia mengenakan jilbab merah muda sewarna dengan hem dan rok panjangnya. Posisi duduk kami sudah akrab dan menempel. Bahkan Tia tidak sungkan lagi mencubit aku setiap dia menahan tawa atau tidak tahan aku goda. Beberapa kali ketika dia mencubit aku tahan tangannya dan dia tampaknya tidak keberatan ketika akhirnya tangan kirinya aku tumpangkan di pahaku dan aku elus-elus lengannya yang tertutup hem lengan panjangnya sambil terus ngobrol. Akhirnya dia sadar dan berbisik, "Wachh, kok betah banget ngelus tanganku, entar lengan bajuku jadi kusut lho. "Habis gemes ngeliat muka manis kamu, apalagi bibir tipis kamu," sahutku sambil nyengir. "Dasar gila kamu," katanya sambil menyubit pahaku.Serrrrrr..., pahaku berdesir dan si junior langsung bergerak memanjang. Aku lihat bangku sekelilingku sudah kosong sementara suasana gelap malam membuat suasana di dalam bis agak remang-remang. Aku angkat tangan kirinya dan aku kecup lembut punggung jarinya. Janda muda berjilbab itu hanya tersenyum dan mempererat genggaman tangannya. Akhhhhh... sudah ada lampu hijau pikirku. Akhirnya aku teruskan ciuman pada punggung jarinya menjadi gigitan kecil dan hisapan lembut dan kuat pada ujung jarinya. Tampaknya dia menikmati sensasi hisapan di jarinya. Wajahnya yang dihiasi jilbab itu tampak sendu terlihat cantik sekali. Dan akhirnya dia menyender ke samping pundakku. Ketika bis memasuki jalan tol, aktivitas kami meningkat. Tangan kananku sudah mengusap payudaranya yang putih berukuran 36 B dari luar kemeja merah mudanya. Terasa padat dan kenyal. Lalu perlahan jemariku membuka kancing kemejanya satu persatu dan menyusup kedalam BH miliknya. Putingnya semakin lama semakin mengeras dan terasa bertambah panjang beberapa mili. Sementara itu tangannya juga tidak tinggal diam mulai mengelus-ngelus penisku dari luar. Setelah beberapa menit kemudian tiba-tiba sikapnya berubah menjadi liar dan agresif. Dia tarik ritsletingku dan terus merogoh dan meremas penisku yang sudah tegang. Tanganku yang di dada ditarik dan diarah kan ke selangkangannya. Aku tidak dapat berbuat banyak karena posisinya tidak menguntungkan sehingga hanya bisa mengelus paha dari luar rok panjangnya saja. Aktifitas kami terhenti kala hampir tiba di tujuan. Dan dengan nafas yang masih tersengal-sengal menahan birahi kami merapikan pakaian masing- masing. Turun dari bis aku bilang mau anter dia sampai dekat rumahnya. Aku tau kita bakal melewati pinggir jalan tol. Daerah itu sepi dan aku sudah merencanakan untuk menyalurkan hasratku di daerah itu. Tampaknya janda muda berjilbab itu juga memiliki hasrat yang sama. Ketika berjalan, tangan kirikuku merangkul sambil mengelus payudaranya dari luar hem merah muda lengan panjang yang dikenakannya. Dan ketika kita melewati jalan yang sepi tersebut secepat kilat tangan kananku meraih kepalanya yang dibalut jilbab merah muda model modis dan langsung mencium dan melumat bibir tipisnya itu. Dengan cepat pula cewek berjilbab itu menyambut bibirku, menghisap dan menyedotnya. Tangannya langsung beraksi menurunkan ritsleting celanaku dan aku sendiri langsung mengangkat rok panjang model ketat miliknya. Rrrretttttt... aku tarik kasar cdnya..., jariku langsung menyelusup masuk ke vaginanya terasa hangat dan licin. Rupanya dia sangat terangsang sejak di bis tadi . Di tengah deru nafasnya Tia berdesah : "Ayo mas... masukin aja... aku kepengen banget nech. Hhhhhh...""Sebentar sayang", sahutku, "Kita cari tempat yang aman."Aku tarik dia melewati pagar pengaman tol dan ditengah rimbun pohon aku senderkan dia dan setelah menarik rok panjang model ketatnya itu sampai sepinggang Lalu buru-buru kuloloskan celana dalamnya kemudian kuangkat kaki kanannya. Sengaja celana dalamnya kusangkutkan di pergelangan kakai kanan yang kuangkat itu biar celana dalamnya tidak kotor menyentuh tanah. Dengan bernafsu aku buka celanaku dan megarahkan penisku ke vaginanya tapi cukup sulit juga. Akhirnya dia menuntun penisku memasuki vaginanya. ? Emmhhh...!?, kepala janda muda berjilbab merah muda itu mendongak sembari melenguh tatkala ujung penisku mulai penetrasi kedalam vaginanya. Luar biasa, itulah sensasi yang aku rasakan ketika penisku mulai menyeruak memasuki vaginanya yang sudah dibasahi cairan nafsu. Ditengah deru mobil yang melintasi jalan tol aku memompa pantatku dengan gerakan pelan dan menghentak pada saat mencapai pangkal penisku. Tia menyambut dengan menggigit pundakku setiap aku menghentak penisku masuk kedalam vaginanya. "Ooochhhh... auchhhh... Masssss... oochhh...", desahnya. Birahi dan ketegangan bercampur aduk dalam hatiku ketika terdengar suara orang melintasi jalan dibalik pagar. Namun lokasi kami cukup aman karena gelapnya malam dan terlindung pohon yang cukup lebat. Bahkan mungkin orang yang berjalan itu tidak akan berpikir ada sepasang manusia yang cukup gila untuk ber cinta di pinggir jalan tol tersebut. "Gantian mas... aku cape", katanya. Aku lantas duduk menyandar dan perempuan muda berjilbab merah muda itu memegang rok panjang yang kusingkap tadi agar tidak jatuh kebawah. Kemudian Tia mulai berjongkok mengarahkan vaginanya. Ketika penisku kembali menyeruak diantara daging lembut vaginanya yang sudah licin, sensasi itu kembali menerpa diriku. Sambil memegang bahuku, dia mulai menekan pantatnya dan menggerakan pinggulnya dengan cara menggesek perlahan, maju mundur sambil sesekali memutar. Kenikmatan itu kembali mendera dan semakin tinggi intensitasnya ketika aku membantu dengan menekan keatas pinggulku sambil menarik pantatnya. Desahan suaranya makin keras setiap kali kemaluan kami bergesekan, "uchhhhh... ssshhh... uchhhhh...". Mataku sendiri terpejam menikmati rasa yang tercipta dari pergesekan bulu kemaluan kami sambil terus menggerakkan pinggul mengimbangi gerakannya."Terus sayang... ayo terus", desahku. Keringat sudah membasahi punggungnya dan gerakan kami sudah mulai melambat namun tekanan semakin ditingkatkan untuk mengimbangi rasa nikmat yang menjalar disekujur tubuh kami dan terus bergerak ke arah pinggul kami, berkumpul dan berpusar di ujung kemaluan kami. Berdenyut dan ujung penisku mulai siap meledak, sementara perempuan berjilbab ini mulai mengerang sambil menjepitkan vaginanya lebih keras lagi. "Hegghhhhhh... hhhegghhhh... heghhh... terus mas... sodok... sodok terussss... mas... yachhh... disitu... terus... terussss... ooocchhhhhhh ", dengan desahan panjang sambil mendongakkan kepalanya yang terbungkus jilbab, Tia menekan dan menjepit keras penisku sementara vaginanya terus berdenyut- denyut. ? Mass...mmhh...oouuccchh...?, pekiknya tertahan sembari menundukkan kepalanya yang berjilbab itu tatkala mencapai puncaknya. Aku hanya bisa terdiam sambil memeluk tubuhnya menunggu dia selesai orgasme. Ketika jepitannya mulai mengendur aku langsung bereaksi meneruskan rasa yang tertunda itu, tanpa basa basi rasa nikmat itu mulai menerjang kembali, berkumpul dan meledak menyemburkan cairan kenikmatanku ke dalam vaginanya. Aku sodokan penisku sambil menekan pinggulnya sementara kakiku mengejang menikmati aliran rasa yang menerjang keluar dari tubuhku itu. Setelah beristirahat beberapa menit kami saling memandang... akhirnya tersenyum dan tertawa."Kamu memang bener-bener gila, tapi jujur aku sangat menyukai bercinta dengan cara seperti ini. Aku belum pernah senikmat ini bercinta." akunya. "He.. he.. he.. sama donk", kataku sambil mengecup bibir sang janda muda berjilbab yang tipis itu sementara kemaluanku mulai mengendur di dalam vaginanya. Setelah itu kami merapikan pakaian masing dan berjanji untuk mengarungi kenikmatan seks ini untuk hari-hari mendatang


Cerita Dewasa - Skandal Seks Bersama Ibu Kos Berdaster

Cerita Dewasa - Skandal Seks Bersama Ibu Kos Berdaster. hi, namaku jaya matsani saat ini aku mahasiswa PTS di Sidoarjo kota udang. umur 21 tahun berbadan agak gemuk dan yang pasti aku sangat sesuai dengan kepercayaan yang beredar di masyarakat semakin gemuk seseorang maka semakin besar juga nafsu seks nya. aku pengen bagi cerita mengenai skandal seks ku bersama ibu kos ya.. agak tua lah tapi daripada gak ada aku setuju untuk menyetubuhinya. that’s the story:
saat itu adalah minggu tenang di kampusku kebetulan hari itu adalah hari pertama minggu tenang berlangsung dan tentu saja kos2an sepi bukan main karena anak2 yang rumah asalnya deket mereka pada pulang dan seperti minggu2 tenang sebelumnya aku sendirian di kos karena rumahku paling jauh sendiri (banyuwangi bos!) lagipula aku memang gak betah kalo tinggal di rumah. saat itu aku bangun pagi sekitar jam 8 langsung saja aku buka jendela kamarku yang berada di belakang itu dan kamarku berbatasan langsung dengan halaman rumah ibu kos ku. saat itu kulihat bu kos sedang asyik mencuci baju di halaman rumah nya entah sengaja atau tidak bu kos saat itu hanya memakai daster you can see yang sudah usang jadi kain nya udah sangat tipis sekali sehingga aku leluasa melihat cetakan bra dan cd nya seketika itu juga aku perhatikan keadaan itu hingga pikiran ngeres ku muncul bernetetan akhirnya aku buka celanaku lalu mulai kukocok penis besar ku yang sering ku kocok ini bisa sehari 5 kali aku kocok penisku. setelah agak lama daster bu kos semakin basah terkena cipratan air cucian nya sehingga semakin kelihatan cetakan bra nya hal itu semakin menambah naik libido ku dan akhirnya mani ku keluar karena kocokan tangan ku ah… nikmat kali hari ini bangun tidur ku terus ngocok!! setelah keluar maniku aku mencoba keluar untuk mandi di kamar mandi yang bersebelahan dengan tempat bu kos mencuci! aku sengaja bertelanjang dada barangkali bu kos tertarik dengan badan ku. langsung aja aku action mandi di kamar mandi tapi sebenernya aku ngocok lagi di dalam kunikmati sekali belaian tanganku dalam mengocok dan ketika mencapai puncak nya sengaja ku keraskan suaraku agar bu kos mendengar suaraku ketika aku mencapai klimaks! ah…. ini kedua kali nya aku mengeluarkan cairan putih ku. tak berlama-lama lagi aku segera menyelesaikan mandiku dan segera keluar kamar mandi. ketika dalam perjalanan menuju kamarku bu kos yang aku lewati memanggil ku untuk duduk di dekatnya untuk menemani ngobrol. langsung saja aku menyetujui nya.
untuk berbasabasi aku tanya apakah bapak udah berangkat ke kantor? bu kos dengan yakin nya menjawab “sudah kok dik tadi jam setengah tujuh”. batinku berkata “yes pancinganku berhasil”. bu kos pun tak kalah actingnya dengan aku ketika tengah ngobrol beliau tiba2 mencopot daster bagian atas nya dan “berkata basah dik kuatir kalo nanti masuk angin” batinku kembali berkata “yeessss!!!” semakin leluasanya aku untuk melihat payudaranya yang besar walau masih di balut bra warna putih gading seperti kebanyakan wanita setengah baya lainnya. setelah action dengan membuka daster atas nya tak lama beliau membuka semua dasternya yang sudah basah itu merosot dari atas ke bawah beliau beralasan kalo daster nya mau dicuci sekalian sambil bertanya “kamu gak keberatan to kalo ibu gak pake baju kaya gini?” aku langsung menjawab dengan jawaban mantabb “tidak buk gak papa kok” setelah itu beliau melanjutkan mencucinya sembari tanya kepadaku “tadi ngapain di kamar mandi kok sampai teriak ah.. segala?” aku langsung menjawab dengan mantap lagi “gak pa pa kok buk biasa pria2 kesepian”, “ohh…” jawab beliau sembari terus mencuci dasternya. tak lama berselang beliau menawari untuk mencucikan celanaku sekalian, tanpa berpikir lama aku langsung menjawab “iya buk nitip ya” kulepas dengan perlahan celanaku tanpa melepas cd ku. ketika beliau mencuci celanaku kuperhatikan badannya yang masih lumayan kenceng itu dan perlahan-lahan penis ku mulai mengeras.
setelah mencucinya selesai beliau mempersilahkan aku masuk kerumahnya dan dipersilahkan nya aku di ruang tamu beliau yang berhadapan langsung dengan tv flat 21 inch nya. saat itu kami berdua hanya memakai pakaian dalam saja. tak lama berselang beliau minta ijin untuk masuk sebentar ke kamar. aku pikir beliau pasti pake baju di dalam kamar. “waduh hilang deh pemandangan asyik ku” batinku. tapi ketika keluar kamar beliau keluar malah pakai lingerie nya yang semrawang dan mini itu dan kembali beliau bertanya apakah aku keberatan beliau pakai baju itu. lalu kami ngobrol di ruang tamu sembari ngobrol beliau pergi ke arah tv nya sembari menyalakan stereo set nya yang ada di bawah tv aku pikir “pasti ibu mau nyetel bf nich” dan tak lama muncul gambar wanita tanpa busana di layar tv nya. ternyata dugaan ku benar beliau nyetel bf. lalu kami nikmati berdua film itu dengan duduk bersebelahan di sofa nya yang empuk dan halus itu. tak lama berselang setelah film mencapai klimaksnya beliau mulai mengarahkan jarinya ke arah kemaluannya dan beliau mulai mengusap usap kemaluan nya dengan jarinya. “dik aku jadi nafsu nich tolong usapin donk vagina ibu sekalian kalo bersedia jilatin ya biar tambah asyik..” tanpa ba bi bu aku langsung menjilati vagina nya dan beliau pun mulai menggelinjang keenakan “ah… ah….. enak dik jilat lagi dik… teruskan aja” tak sampai dua menit beliau pun menggelinjang hebat karena cairan nya mulai keluar dari lubang kemaluan nya dan “ah ah ah ah…….. bagus dik sekarang dilirianmu ya” sambil di rebahkan aku ke sofa nya dia membuka cd ku dan langsung mengocok penisku clek.. clek…clek “enak nian emutan ibu satu ini terus buk” dikulumnya semua penis ke dalam mulutnya ah.. ah… buk aku mau keluar nich. gak pa pa dik keluarin aja di mulutku. akhirnya aku keluarin cairan putih ku di mulutnya dan langsung beliau telan maniku. dijilat-jilat penisku hingga bersih tak ada mani sama sekali di penisku. sekarang masuk ke vagina ya dik tapi pelan-pelan aja biar asyik jangan terburu-buru. waduh pengalaman bener ibu ini. tanpa keraguan aku mulai memasukan penisku di vaginanya beliau mulai menggelinjang lagi setelah tusukan pertamaku wah… enak nich batinku. lalu mulai ku pompa pelan-pelan penisku ke dalam kemaluannya. ah… ah…. enak dik… semakin lama semakin cepat ya biar tambah asyik. ku tambah kecepatanku dalam memompa penisku tambah cepat tambah cepat dan semakin cepat. seiring dengan bertambahnya kecepatanku erangan bu kos semakin cepat pula. ah….. ahh… ah… ah.. ah…. ah…. terus dik terus tambah kecepatannya…. iya buk saya mau keluar nich… keluarin di dalam aja dik gak pa pa kok…. ibu juga mau keluar nich. ah… ah… dik terus dik… ceplek… ceplek.. ceplek….. ah… ah.. ibu keluar dik…. saat itu kurasakan penisku terjepit di vaginanya aduh buk sedikit lagi… aku terus memompa penisku walau beliau sudha keluar. buk… sebentar lagi….. ah….. ah….. ah…. buk keluar nich…. ah….. cairan putih itu keluar lagi untuk ke empat kalinya. ah hebat kamu dik ibuk kalah ama kamu… sembari berdiri beliau berkata “udah ya main nya besok lagi ya udah siang nich sebentar lagi bapak pulang mau berbenah dulu ya” wah kok cepat sih buk kan baru 1 kali keluar rayuku” iya besok lagi sepuasmu kita main lagi tapi sekarang udah siang sana balik ke kamarmu coli aja sendiri di kamar mu sana. memang bikin penasaran ibu kos ku ini. yah… gak papa lah buk besok lagi ya…. dah…..




Selasa, 27 Agustus 2013

ENAKNYA JADI DOSEN

Pagi ini aku seperti biasa berangkat ke kampus tempatku mengajar, karena pada hari ini aku ada kuliah untuk mahasiswa baru semester satu. Di dalam perjalanan aku banyak melihat mahasiswa, mahasiswa cantik berjilbab berseliweran di trotoar jalan raya. Aku memang sangat menyukai gadis-gadis cantik, apa lagi mereka yang berjilbab namun dengan dandanan seksi, pakaian ketat dan celana ketat. Bagiku gadis-gadis berjilbab yang seksi terlihat lebih feminin dan menantang. Sehingga sering kali jika berpapasan dengan gadis berjilbab cantik penis ku langsung mengeras, kadang aku terbayang sampai di rumah dan dilanjutkan dengan onani, begitulah sampai terjadi nya pesta sex dengan mahasiswi-mahasiswiku yang cantik (baca pesta sex dengan gadis berjilbab), sehingga sedikit banyak hasratku tersalurkan. Tetapi sudah lebih 3 bulan pengalaman tersebut belum juga terulang. Kupikir memang masih belum ada kesempatan.

Kembali ke cerita, ku lihat mahasiswa-mahasiswi baru dikumpulkan oleh para seniornya dilapangan, memberi pengarahan ospek, ospek dikampusku dilakukan 1 kali seminggu, sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Di antara para senior kulihat Rani ada disana memberi pengarahan, dia melirik ke arahku sambil tersenyum. Aku memang belum sempat lagi ketemu Rani, karena sangat sibuk dalam rapat dosen2 dan menyusun bahan untuk mengajar. Dan Rani pun sibuk dalam panitia ospek, masih teringat pengalaman ku bersama Rani membuatku terangsang.

Aku mengajar sekitar pukul 10.20, aku mulai dengan perkenalan dengan mahasiswa-mahasiswaku. Aku memperkenalkan diri terlebih dahulu, kemudian aku meminta mereka memperkenalkan diri. Dari 28 orang mahasiswa-mahasiswi di kelas itu, ada 4 orang mahasiswi yang menurutku di atas standar, mereka adalah Dina, Putri, Ami, dan Yani. Semuanya berjilbab tentunya. Mereka memiliki tinggi yang 160an, sehingga terlihat tubuh mereka yang semampai. Ditambah gaya pakaian mereka yang agak sedikit ketat dan modis ( celana jins hipster dipadu pakaian muslim yang agak ketat ala mahasiswa). Kemudian setelah acara perkenalan. Aku mulai membuka laptop ku untuk menyampaikan silabus mata kuliah yang ku ajarkan. Mereka mulai mencatati apa yang ku tampilkan.

Tak terasa waktu berjalan cepat, sudah satu setengah jam aku di kelas, dan waktu ku habis. Aku menutup perkuliahan. Dan keluar dari ruangan untuk kembali keruanganku. Setibanya diruanganku, aku dikejutkan oleh Rani, dia sudah menunggu didalam ruanganku sambil membaca majalah.
“eh Rani, sampai kaget bapak, ada apa nih ran?”

“oh, nggak ada pak, kangen aja sama bapak, apalagi si adik bapak yang gede itu….hihihi” rani menggodaku. “gimana pak mahasiswi2 barunya? Cantik-cantik kan?” rani mulai mendekatiku sambil berjongkok didepanku, sebelumnya ia telah mengunci ruanganku. Ia kemudian membuka celanaku, kemudian memelorotkan celana dalamku. “duh, kangennya sama si ndut ini”, katanya sambil mengelus kepala penisku. Aku kelonjongan keenakan .“ooohhh, ran…” rani mulai menjilat kepala penisku, sambil mengocoknya dengan tangannya. “Wah, cepet banget besarnya pak, dah lama nggak rani manjain nih si ndut nya…” Rani kemudian mulai memasukkan penisku kedalam mulutnya. Kemudian rani mengeluarkan skill menyepongnya yang membikinku kelonjotan keenakan, “ooohhh rani enak sekali”. Sekitar 10 menitan rani “berkaraoke” dengan penisku, aku mulai merasa ada yang mendesak didalam tubuhku, sepertinya aku akan orgasme, menyadari penisku sudah berdenyut-denyut, Rani kemudian dengan cepat menghentikan aktivitasnya, untuk mencegah aku orgasme, karna sepertinya ia tidak mau cepat-cepat menyudahi permainan ini. Kemudian dengan cepat rani membuka celana jins hipsternya. Dan mendorongku ke sofa, hingga kini aku dalam posisi terlentang di sofa. Rani kemudian naik mengangkangi pinggangku, “pak, rani udah nggak tahan lagi, rani masukin ya pak”,

“i…iya ran, cepetan..” aku ingin cepat merasakan kehangatan himpitan dan jepitan vagina Rani lagi. Kemudian rani mengarahkan batang penisku yang sudah mengeras sempurna ke liang kenikmatannya yang sudah basah, tanpa kesulitan penisku masuk dalam liang surgawi itu dan terjepit didalamnya. “ooohhh raniiii, enak sekali….” racauku. Rani yang sudah tidak dapat menahan gejolak nafsunya, langsung menggoyangkan pantatnya dengan kecepatan tinggi, sehingga penisku yang tadinya hampir orgasme, terkocok dengan cepat.

5 menitan rani menggenjot dengan cepat, aku mulai merasakan lagi akan orgasme, “ raaan bapak mau keluaaarrr” merasakan penisku berdenyut dalam vaginanya, rani langsung mengeluarkan penisku dari vaginanya, kemudian ia menekan leher penisku kuat-kuat dengan ibu jarinya, seketika orgasmeku langsung meledak ”ooooohhhh raniii, nikmat sekaliii…”, tetapi spermaku tidak menyembur, sehingga penisku tidak loyo karna belum memuntahkan isinya “ apa yang kamu lakukan Ran?” “Hehe ada deh….jurus rahasia Rani”. Orgasmeku sudah reda, ia kembali menggenjot penisku dengan kecepatan tinggi jilbabnya berkibar-kibar saking cepatnya, Rani sepertinya mengejar orgasmenya. Sekitar 10 menit Rani menggenjot penisku dengan cepat, tubuhnyapun mengejang dan melengkung kebelakang, ia mengeluh “oooohhhh paakkk…..” terasa vaginanya membetot penisku dengan sangat kuat, seperti memeras memaksa spermaku untuk ikut keluar, tetapi apa yang dilakukan rani tadi membuat penisku lebih mampu menahan kenikmatan-kenikmatan yang diberikan oleh himpitan dan jepitan vagina rani. “sekarang giliran bapak ran” aku membalikkan tubuh rani, sehingga membentuk gaya doggie. Aku berpegangan pada payudaranya yang menyembul karna bajunnya ku buka sampai payudaranya, aku kemudian menggenjot vaginanya dengan cepat, aku ingin mengejar orgasmeku juga. 10 menit kemudian, rani kembali mengejang, “bapaaakkk ampuuunnn….enaaakkkk sekali pakk”, terasa begitu kuat cengkeraman vaginanya pada penisku, akupun tak tahan lagi, dan menggenjotnya sekuatnya hingga penisku terbenam dalam rahimnya, “RANIIIII BAPAK KELUARRRRRRRRR”crot-crooooottt.

Sekitar 10 kali semprotan spermaku dalam vagina rani, sehingga vaginanya pun tidak dapat menampung spermaku sehingga meluber keluar. Maklum sudah 3 bulan lebih spermaku tidak ku keluarkan, aku tidak pernah onani lagi sejak kejadian pertama kali itu. Aku kemudian terduduk di sofa ruanganku. Rani tertelungkup di sebelasku, spermaku masih meleleh dari vaginanya, bercampur dengan cairan orgasmenya sendiri. “makasih rani, dah lama banget nggak keluar ran” aku meremas pantatnya. “wah bapak hebat banget, rani capek banget pak”. “Iya ran, bapak sering minum obat kuat, tapi dah lama nggak main lagi sama kamu, makanya nembaknya banyak banget”. “ iya pak, untung nggak dimulut nembaknya, bisa kotor baju dan jilbab rani, kan masih ada kuliah nanti”. “ ngomong-ngomong seperti kata rani tadi, cantik-cantik nggak mahasiswi barunya pak?” tanya rani. “iya ran, terutama si dina, putri, ami dan Yani, mereka cantik dan seksi banget rani, kenapa ran?” tanyaku lagi. “oooohhhh gitu….nggak deh pak Cuma nanya aja” katanya sambil tersenyum nakal padaku entah apa maksudnya. “oke pak rani ada kuliah 10 menit lagi nih, dah dulu ya” rani kemudian memakai celananya dan merapikan kembali bajunya. Kemudian rani kembali berjongkok lagi didepan selangkanganku yang masih telanjang, “kamu baik baik ya ndut….” katanya sambil mengecup dan menjilat kepala penisku. Kemudian rani kembali memasukkannya dalam mulutnya dan menghisapnya kuat-kuat.

“ooohhhh raaannnnn enakkkkk” racauku. Kemudian kontolku kembali mengeras sempurna. Rani tersenyum nakal. Ia kemudian mengocok kontolku dengan tangannya dengan cepat. Sehinga tidak sampai 5 menit aku sudah mau keluar lagi. “ooohhhh raaaannnn…..bapak keluar lagi, awas kena bajumu ran……ookkkkhh”, dengan sigap rani mengeluarkan saputangan bunga-bunganya, langsung menyelimuti penisku dengan saputangannya itu. Sehingga spermaku membasahi saputangannya. “ooohhh enak rani”. “hihi” rani tertawa centil. Kemudian menyeka sisa-sisa spermaku dengan saputangannya sampai bersih….kemudian ia meninggalkan ruanganku tanpa berkata lagi…..”makasih ran” kataku sembari rani membuka pintu, ia tersenyum sambil mengerlingku…..dan meninggalkan ruanganku….ku lelah sekali setelah mengajar 2 mata kuliah ditambah lagi melayani rani tadi siang diruanganku. Setelah selesai mengajar sekitar pukul 4 sore aku ingin segera pulang untuk beristirahat. Mungkin kelelahan ku ini bertambah-tambah karena tadi malam juga kurang tidur, karna aku ngobrol ria dengan pacarku di telepon hingga larut malam. Sekitar setengah jam aku mengendarai motorku, dijalanpun dihadang kemacetan, hingga kelelahanku bertambah-tambah.

Sesampai dirumah, aku pun langsung melepas sepatu, baju, dan celana panjangku, kuhamburkan sembarangan hingga berserakan di lantai. Aku memang tinggal sendirian, dirumah kontrakanku yang seperti bedengan. Dengan 1 kamar, dapur dan kamar mandi serta ruang tamu. Letaknyapun agak kebelakang dari kompleks tempat tinggalku, otomatis suasana sekita sepi dan tenang, karena tidak banyak rumah disekitarku. Aku pun langsung merebah diri di kasur kesayanganku. Dan tak sampai setengah jam akupun terlelap.

Entah berapa lama aku terlelap tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara ketukan pintu. Akupun cepat-cepat membereskan pakaianku yang berserakan diruang tamu, dan melemparnya kekamar mandi. Dengan keadaan masih setengah sadar, aku membukakan pintu, yang kukira itu adalah temanku. Setelah dibuka aku dikejutkan oleh kehadiran sesosok gadis berjilbab yang cantik jelita,

“hai pak, lagi tidur ya, capek ya pak, sampe belum pake celana tuh Cuma kolor aja, hihi” rani langsung menyapaku begitu pintu kubuka.

“eh rani, maaf ran, bapak buru2 tadi bapak kedalam dulu pake cel….”

“nggak apa2 kok pak, nggak usah pake celana, nanti juga dibuka lagi, hihi” potong rani
“kalian berempat, sini dong…”

iiya kak rani…” muncul empat orang gadis cantik berjilbab, tak lain adalah, dina, putri, ami dan yani. Akupun terkejut dengan kehadiran mereka yang tak kusadari dari tadi, karena mereka berdiri dibelakang dinding rumahku.

Kemudian ranipun masuk kedalam disusul keempat mahasiswi tadi. Rani kemudian langsung mengunci pintu rumahku. Kemudian Rani langsung menarik tanganku kekamarku. Ia mendorongku hingga aku terduduk di kasurku. “gimana pak, pasti bapak Horny banget liat mereka kan” tanpa bisa ku jawab, rani langsung memelorotkan celana kolorku. Menyembullah penisku yang telah mengeras sedari tadi rani muncul.

“kalian berempat kesini….” rani menyuruh keempat yuniornya masuk kekamarku.
“ini tugas yang kakak maksud tadi, putri, coba kamu pegang ini” lalu dengan muka memerah putri memegang penisku dengan tangannya yang putih, terlihat kontras dengan warna penisku yang hitam legam. “uuuhhhh…..sshhhh” akupun melenguh ketika putri meremas penisku. “ayo put, kocok” putri lalu mengocok penisku dengan tangannya. “ooohhhh…” racauku. “Ami bantu putri…kalian mainkan kontol bapak itu dengan mulut dan lidah kalian ya, anggep aja itu lolipop. Yani dan Dina kesini sama kakak” kemudian Ami yang berkulit kuning langsat dan memakai celana jins hipster ketat memakai jilbab pink terang, mendekati putri yang sedang mengerjai penisku, ia kemudian menjilat kepala penisku, sehingga aku bergetar dibuatnya. Lalu putri bertanya pada Ami,


“mi pernah liat yang beginian nggak?”

“pernah , punya pacarku, tapi nggak sebesar ini put”

“trus ini nanti di apain?” putri bertanya lagi sambil terus mengocok penisku tak beraturan, kemulusan tangannya membuatku kelonjotan.

“ini nanti dimasuki ke memek kamu, rasanya enak banget put, aku aja ketagihan sama pacarku, pengena ngerasain yang begini besar gimana rasanya…” jawab ami, sepertinya putri baru kali ini melihat penis, dan belum tahu soal sex. Aku jadi makin Horny membayangkan vagina perawan putri dimasuki oleh penisku.
“yang bener mi, muat apa ini dimasuki ke memek.

oke, aku liatin ke kamu ya…” lalu ami dengan cepat membuka celana dan menaikkan bajunya sampai ke payudara. Menyembullah payudara ami yang cukup besar, sekitar 34 ukurannya, bentuknya juga bulat dengan puting berwarna cherry. Kemudian ami mendorongku hingga terlentang dikasur, dengan cepat mengangkangi penisku dengan menghadapkan punggungnya ke mukaku, sedangkan wajahnya menghadap putri, untuk mencontohkan. Kemudian Ami mengarahkan penisku ke liang vaginanya yang sudah basah, rupanya ami sudah sangat terangsang dari tadi. Penisku rupanya agak kebesaran bagi vaginanya, ami agak kesulitan memasukkan penisku sehingga menyuruh putri membantunya melumasi penisku dengan mengulum dan meludahinya. Putri kemudian membantu mengarahkan penisku ke liang vagina ami, sedangkan ami berkonsentrasi menurunkan pantatnya. “Ooooohhhh….” racauku, kepala penisku sudah masuk dan di capit oleh bibir vagina Ami. Ami kemudian menurunkan pantatnya pelan-pelan.

“OOOOHHHH PPUTTT Gede Bangeeettt…” racau ami ketika penisku amblas semuanya masuk kedalam liang kenikmatannya. “enak banget ya mi?” tanya putri dengan muka yang memerah karena sudah terangsang.”enak banget puttt….ssshhhh…nnnaahahhh kalloo sudah masuuukkk nanti kamu pppoompa kayakk ginii” kemudian ami mulai menggenjot penisku langsung dengan kecepatan tinggi. “OOOhhh ssshhhh” plok-plok begitulah bunyi persetubuhan dua alat kelamin antara dosen dan mahasiswinya. Ami terus menggenjot penisku dengan cepat, sepertinya ia akan orgasme sebentar lagi. Dan benar ternyata 5 menit kemudian tubuh ami mengejang diatas penisku. Tubuhnya melengkung sambil meremas payudaranya sendiri.


gambar : putri

“ooohhh puttt enak banget” terasa ada cairan hangat yang menyirami penisku beberapa kali. Setelah orgasmenya reda ami mencabut penisku dari vaginanya. ‘plop’ bunyi saat kedua alat kelamin kami berpisah saking sempitnya vagina ami. “wah pak hebat sekali kontol bapak, dah kayak gitu masih aja keras kayak nggak terjadi apa-apa dan belum nembak juga lagi” puji ami pada penisku. “iya kan temen-temen kamu belum kebagian mi..” jawabku sambil tersenyum. Ami kemudian menyeka penisku dengan jilbabnya. Kemudian mengecup kepala penisku. “ ayo put, dicoba, enak banget lho” keta ami kepada putri

Sementara di ruang tamu, rani sedang asyik melakukan pemanasan pada dua yuniornya yang paling cantik dan paling seksi. Yaitu dina dan yani. Mereka berdua ini mempunyai tubuh sempurna dengan payudara cukup besar untuk ukuran mahasiswa. Dan dengan dandanan yang seksi pula, baju ketat plus jins ketat.ditambah lagi tinggi mereka berdua yang proporsional sekitar 168 cm, dengan kulit putih bersih. Dina punya tahi lalat di pipinya menambah manis wajahnya. Sedangkan yani memakai kacamata sehingga wajahnya terlihat ‘innocent’. Ditambah pula mereka berdua mengenakan jilbab menambah cantik menampilan mereka. Rani mungkinmenyiapkan mereka sebagai hidangan utama bagiku.

Kembali pada aktivitasku bersama putri dan ami, ami mulai memanasi putri, ia membuka rok putri dengan menyingkapnya keatas, dan membuka celana dalam putri, serta menyingkap baju putri hingga payudaranya. Payudara putri berukuran normal, sekitar 32 an. 10 menit ami bergumul dengan putri, kemudian menyudahinya dengan orgasme putri. Ami kemudian mempersilahkan ku untuk mencoba putri “silakan pak, kayaknya putri dah Horny berat tu pak” aku yang sudah terangsang sejak tadi, langsung menaiki tubuh putri dan langsung mengarahkan kepala penisku ke liang surga putri yang masih perawan, “ssshhhhttt…oohhhh” kepala penis ku telah terjepit di bibir vagina putri yang sangat sempit. Kemudian aku mendorong pelan-pelan penisku membelah liang vagina putri,sampai menyentuh sesuatu yang lunak didalam sana, ya itu mungkin selaput perawan putri. Aku sedikit iba melihat putri, kuurungkan niatku memasukkan penisku seluruhnya kedalam vagina putri. Aku kemudian memompa vagina putri sampai batas selaput daranya tadi saja. Sesekali penisku terlepas dari jepitan vagina putri karena hanya kepalanya saja yang masuk. Putri menggelinjang keenakan saat aku terus memompa dengan kecepatan tinggi. “ooohhh ssshhh miiiii memang bener enakk….”. “ini sih belum seberapa put, pak sonny belum masukin kontolnya semuanya kedalam memek kamu, kalo dah semua baru kerasa enak yang sebenarnya” bisik ami pada putri yang tengah dilanda kenikmatan. “ooohhh pak….masukin semua pakkk…shhh” putri meracau memohonku untuk memerawaninya lebih jauh. “bapak nggak tega put, cukup segini aja” aku terus memompa vagina putri dengan kepala penis ku, makin lama vagina putri makin licin, makin berdenyut dan makin kuat membetot dan menyedot kepala penisku. Hingga aku tak lagi dapat mengendalikan diri dari kenikmatan vagina putri, tanpa sadar aku menghujamkan seluruh penisku kedalam vagina putri sekuat-kuatnya, “ ouuuuu….sakiiitttt paaakkkk….amiiii sakiittt” jerit putri, “sabar put bentar lagi ilang kok sakitnya” bisik putri sambil mengecup bibir putri untuk mengurangi rasa sakitnya. Aku yang sudah dilanda kenikmatan tidak peduli lagi dengan jeritan putri. Aku tetap menggenjot vagina putri dengan kecepatan tinggi, karena aku merasa akan orgasme sebentar lagi.Tak lama kemudian tubuh putri mengejang ditengah pompaanku yang dengan kecepatan tinggi, ia orgasme, sehingga jepitan dan pijatan dinding vaginanya pada penisku semakin kuat, membuatku tak tahan lagi dan segera ingin menyusul putri.

Aku kemudian memompa dengan sangat cepat sekitar 5 kali pompaan keras aku merasa akan segera meledak, dengan cepat mencabut penisku dari liang kenikmatan putri, dan segera mengarahkannya ke wajah putri dan ami yang masih mengenakan jilbabnya dengan rapi. “OOOOHHHHH BAPAK KELUARRRRR…” erang ku dan ‘crot crot crot crot….’ sekitar 7 kali semprotan mani ku membasahi wajah dan jilbab mereka berdua. Aku tak mengeluarkan spermaku dalam rahim putri karena takut ia hamil, kecuali ia yang meminta tapi itu tidak mungkin, karena ini baru pengalaman pertamanya melakukan hubungan sex. Mereka berdua kemudian saling membersihkan wajah mereka dengan ciuman dan jilatan. Lalu berlanjut membersihkan penisku dengan mulut mereka. Lalu menyeka penisku dengan jilbab mereka. Aku sangat puas dengan mereka berdua, penisku sudah loyo setelah memuntahkan isinya ke wajah dua mahasiswiku yang cantik dan berjilbab. Aku tertidur terlentang di kasurku, meresapi kenikmatan yang baru kurasakan. Tetapi ini belum lagi ronde utama yang akan segera terjadi. Rani kemudian muncul didepan pintu kamarku, “wah, si ndut udah loyo aja pak, enak banget si ami sama putri ya pak?”
“iya nih rani, dina dan yani mana?” tanyaku.
“wah, kontol bapak dah loyo gitu, gimana dong…” tanya rani menggodaku.

Kemudian ia mendekatiku, dan memegang penisku yang sudah loyo, rani kemudian mengambil botol seperti balsem, kemudian mengoleskannya ke penisku hingga merata, ia juga menyuruhku meminum sebuah pil “apa ini ran” “udah pak minum aja, mau lagi kan? Adik2 rani yang paling seksi dah nunggu lho…hihi” aku kemudian menenggak pil itu, kemudian badanku kembali terasa segar, penisku terasa hangat dan mulai mengeras kembali, rani kemudian menggoda penisku dengan mengocoknya cepat-cepat selama 5 menit tanpa henti,

“ooohh raaaannnn…stooppp bapak mau keluar lagi….” rani tak memeperdulikan eranganku, ia mengocok penisku semakin cepat hingga orgasmeku kembali meledak. Kemudian rani dengan sigap menekan leher penisku sehingga spermaku tidak jadi muncrat hanya orgasmenya saja yang kurasakan. Rani kemudian mengulangi perbuatannya sampai lima kali dengan mulut tangan dan vaginanya bergantian, hingga aku kewalahan menahan orgasme. Rani tertawa centil “nah ini baru siap,pasti si ndut nembaknya banyak ntar, ohya ntar nembaknya didalam aja ya pak, biar tahu rasa mereka berdua, berpakaian terlalu seksi di kampus” bisik rani kepadaku…..

Setelah selesai, rani kemudian menyingkir dariku, dia kemudian menarik tangan ami dan putri untuk segera keluar dari kamarku. Rani kemudian membawa kedua yuniornya masuk ke kamarku. Aku setengah terkesiap melihat dina dan yani sangat seksi dengan balutan jilbab mereka dan tubuh setengah telanjang dengan celana jins yang terbuka kancingnya. “Kalian manjain kontol bapak itu ya..” kata rani kepada dina dan yani sambil menepuk dan mendorong pundak mereka sambil kemudian menutup pintu kamarku. Aku yang melihat mereka berdua, menjadi sangat Horny, terlebih lagi rani berpesan untuk ejakulasi didalam vagina mereka berdua. Aku bertanya-tanya apakah nantinya tidak apa-apa melakukan itu. Tapi sudahlah, yang penting nikmatilah saja dulu hadiah dari rani ini, pikirku.


gambar : yani

Kemudian dina dan yani mendekat ke arahku, “ayo yani dina, bapak dah nggak tahan nih” kataku, lalu tanpa berkata lagi, dengan wajah yang sudah memerah dan Horny berat, yani lalu segera menggenggam penisku dan memasukkannya ke mulutnya, “ooohhh yani, enak sekali….” kemudian dina mengulum bibirku penuh nafsu, ia kemudian menggigit-gigit dan menjilat puting susuku, kemudian jilatannya turun hingga ia ikut bersama yani mengerjai penisku dengan mulutnya. Yani sedang asyik dengan batangan penisku, ia menghisapnya seperti anak kecil diberi lolypop, dan dina pun sedang asyik mengulum buah zakarku. Aku dikerjai dua gadis cantik berjilbab, tidak dapat berbuat apa-apa selain mengerang kenikmatan.

Setelah 5 menitan mereka berdua mengerjai penisku, lalu dengan inisiatif sendiri, dina lalu naik ke ranjang dan mengangkangi penisku, lalu yani menghentikan aktivitasnya dan mengarahkan penisku ke liang vagina dina, “pak dina masukin ya..” lalu dina menurunkan pantatnya sehingga penisku membelah celah kenikmatannya yang sempit itu. Baru sampai kepala penisku yang masuk, aku sudah merasakan jepitan nikmat vagina dina yang basah, kuat sekali jepitannya seakan menghisap penisku untuk segera masuk seluruhnya. Entah kenapa dina berlama-lama dengan hanya memasukkan kepala penisku saja kedalam vaginanya. Aku yang tidak sabaran segera mendorong penisku keatas, “ouhhh sakit pak…” “kamu masih perawan dina?” tanyaku “iiya pak, tapi enak pak kalo segini…oouhh” lalu dina menggoyang pantatnya dengan hanya seperempat batangan penisku yang masuk kedalam liang vaginanya. “ya sudah, sampai disitu aja masukinnya ya din” tanpa menjawab, dina terus menggoyang pantatnya diatas penisku, makin lama makin cepat, terasa gerakan dina semakin cepat dan semakin liar, sehingga kibaran jilbabnya semakin memperlihatkan kecantikan wajahnya, aku tidak menghentak pantatku keatas, takut selaput perawannya sobek, jadi aku membiarkannya bergoyang sendiri, sambil meremas-remas dan menjilat payudaranya yang lumayan besar itu, sekitar 34 B.


Sudah lebih 10 menitan dina bergoyang diatas perutku, sepertinya dina semakin dekat dengan orgasmenya, lalu goyangannya semakin cepat, aku merasakan jepitan vaginanya semakin enak saja, aku mencoba melihat penyatuan alat kelamin kami, rupanya secara tidak sadar, penisku telah masuk seluruhnya ke dalam liang vagina dina, terlihat cairan vaginanya yang meleleh terlihat berwarna kemerahan, bercampur dengan darah perawannya. Tetapi tampaknya dina sudah tidak merasakan sakit lagi, karna sudah dikuasai nafsu birahi. Taklama kemudian dina kemudian meracau “ouuurggghhh….dina nyampeeee pakkk…..ooohhh” tubuh dina melengkung dan ambruk di pangkuanku. “enaakk, pak…” kata dina. “iya din, tapi maaf ya, bapak merawanin kamu..” “nggak apa-apa pak, nggak kerasa kok” jawab dina. Lalu aku bangun dari ranjang dan dina tidur terlentang kelelahan di ranjangku. Yani kemudian menciumi dina yang kelelahan, yani yang sedari tadi hanya memperhatikan persetubuhan kami, rupanya sudah sangat basah.

Ia menciumi dina sambil menindihnya sehingga posisi mereka berdua saling berhimpitan, yani posisi menungging dan dina terlentang. Nafsuku langsung tinggi melihat pose tersebut,aku kemudian menempatkan diri di belakang yani, dan segera mengarahkan batangan penisku ke vagina yani. “yani bapak masukin ya…nggak tahan nih” “pelan-pe…..ooouugghhhh saaaaaaaaakiiiiiit pak…” aku sangat bernafsu, sehingga langsung saja melesakkan penisku seluruhnya ke vagina yani,yang ternyata juga masih perawan. Terbukti aku melihat darah mengalir sedikit di sela-sela jepitan vaginanya. “ooohhhh yaniiii… uueeenaakkkk… sempittthhhh” racauku merasakan jepitan vagina yani untuk pertama kali. Lalu aku mulai menggoyang vagina yani pelan-pelan, kemudian kecepatanku semakin meningkat membuat tubuhnya tersentak-sentak, jilbabnyapun jadi berkibar-kibar saking kuatnya sentakan penisku. Dina dengan seksama memperhatikan kami, kembali Horny dan meremas-remas buah zakarku dari bawah dengan tangannya. Sekarang posisi vagina mereka saling berimpit dan berdekatan. Sehingga dengan mudah dina menstop gerakan pompaan penisku dan mengeluarkannya dari vagina yani kemudian mengarahkannya ke vaginanya sendiri. Aku tidak ambil pusing, jepitan vagina mereka sama enaknya, aku terus saja menggenjot, sementara yani protes kepara dina “ahhh din, kamu curang, kan dah nyampe tadi…” kata yani. 5 menit aku menggenjot dina, “iya deh ini aku kembaliin” kata dina kepada yani sambil mengeluarkan penisku dan mengarahkannya lagi ke vagina yani.

“oouuuhhh…pakkk…besar sekali punya bapak….yang cepet pak, yani mo nyampeee…” aku kemudian menggenjot vagina yani dengan cepat, dan 5 menit kemudian terasa vagina yani berdenyut membetot penisku dengan kuat sambil menyiramkan cairan hangat ke penisku, “ouuuuhhhh pakkkk yanii nyampeeeee…..” setelah orgasme yani mereda, aku mengeluarkan penisku dari vagina yani, terlihat penisku berlumur cairan orgasmenya, kemudian aku langsung memasukkannya lagi kedalam liang vagina dina, dan menggenjotnya cepat-cepat, aku ingin menuntaskan permainan ini, dan mendapatkan orgasmeku.


5 menit aku menggenjot liang surga dina, kemudian aku berpindah lagi ke liang vagina yani, jepitan mereka sama enaknya, tapi aku ingin terus menikmati keduanya, sehingga tiap 5 menit aku berpindah liang vagina. 20 menit aku melakukan itu, terasa penisku akan meledak memuntahkan isinya, aku kemudian menggenjot vagina yani dengan cepat, beberapa saat kemudian “ oouuughhhh yaniiii bapak keluaaarrrr….” erangku, “diluar pakkk!!!…” jerit yani, tapi aku tak memperdulikannya dan terus membenamkan penisku dalam-dalam…”pak jangaaaannn…..” aku menyemprotkan spermaku dalam vagina yani beberapa kali semprotan, kemudian aku berpindah ke vagina dina dan segera memasukkan penisku dan menyemprotkan sisanya “pak jangaaannnn…..” jerit dina kepadaku, tapi aku terus menyemprotkan spermaku sambil terus menggenjot kuat kuat. “ ouuuhhh enakkkkk……diinnn…yaniii….” kemudian setelah orgasmeku selesai, aku mencabut penisku dari vagina dina, dan menjauh sedikit untuk melihat hasil perbuatanku. Terlihat dari vagina mereka berdua spermaku meluber membasahi ranjangku. Rupanya aku keluar sangat banyak, kalau dihitung di vagina yani tadi ada 7 semprotan, di vagina dina pun ada sekitar 6 atau 7 semprotan kuat spermaku. Aku sangat puas melihatnya. Mereka berdua menangis tersedu, karena hari ini merupakan masa subur mereka. Mereka membayangkan bakal hamil nantinya.


Kemudian rani masuk kekamarku, dan mendekatiku, sambil melihat keadaan dina dan yani, “wah pak, banyak banget nembaknya, sampai meleleh begitu”
“gara-gara kamu juga tadi ran, bapak nembaknya jadi banyak gitu””tapi gimana tuh ran, bapak nembaknya didalam vagina mereka, nanti kalo hamil gimana?”
“tenang aja pak, rani tadi dah masukin sesuatu dalam vagina mereka, obat anti hamil, cuman mau bikin mereka kapok”

Dina dan yani masih terisak-isak, kemudian masuk ami dan putri mereka bertiga dengan rani kemudian kembali berjongkok dihadapkan penisku, dan mengerjainya,”ini hadiah tambahan pak…hihi” kata rani sambil tertawa centil melihatku kelonjotan. Lalu mereka bertiga terus memanjakan penisku, 10 menit kemudian aku merasa ingin ejakulasi lagi, rani yang merasakan itu menyuruhku untuk ejakulasi di vagina dina dan yani lagi,”pak, nembaknya disana aja” kata rani sambil menunjuk vagina yani dan dina yang saling berhimpit. Aku segera memasukkan penisku ke vagina dina, dan mengocoknya dengan cepat, “pak…jangaaannn lagiii pakkkk….” “ouugghhhh bapak keluarrrr din…..” racauku dan ‘creeerttt creeettt….’ sekitar 5 semprotan ke vagina dina, aku llangsung pindah ke vagina yani, dan menyemprotkan 5 semprotan sisanya….”ooohhhhgggkkkk enakkkk…” racauku, “pak jangannn….”kata yani padaku, tapi aku tak memperdulikannya. Kemudian rani, ami dan putri kembali menghisap penisku, aku pun ber ejakulasi sekali lagi setelah 5 menit. Kali ini aku ber ejakulasi di wajah mereka bertiga. Spermaku tetap banyak keluar, hingga wajah mereka basah kuyup karena spermaku.

Kemudian aku melanjutkan ronde-ronde berikutnya bersama rani, ami dani putri. Hingga aku kelelahan sampai tidak ada lagi sperma yang keluar dari penisku, karna sudah kering dihisap vagina rani, ami dan putri. Kami melakukannya sampai jam 9 malam. Setelah selesai mereka pun merapikan pakaian mereka, mengganti pakaian dan jilbab mereka yang berlumur spermaku, dan merapikan rumahku kembali. Wajah dina dan yani tertunduk, mereka sepertinya masih memikirkan spermaku yang masuk kedalam vagina mereka tadi. Aku yang masih telanjang kemudian di hadiahi kocokan cepat pada penisku oleh putri dan ami secara bergantian selama 5 menit sebelum mereka pergi, “ awasss bapak keluar…nanti kena…” putri mengeluarkan saputangan bunga-bunganya dan menyelimuti penisku yang akan ejakulasi lagi, dan mengocoknya sampai tak ada lagi sperma yang tersisa. Kemudian dengan tatapan menggodaku mereka berdua menjilat spermaku yang ada di saputangan putri. Kemudian permisi pulang.

Sejak kejadian itu, ami dan putri jadi sering kerumahku meminta jatah, sepertinya mereka berdua ketagihan dengan penisku. Akupun ketagihan dengan vagina mereka. Dina dan yani pun tak pernah lagi memakai pakaian yang terlalu seksi di kampus.

CERITA DEWASA, CERITA NGENTOT, CERITA HOT, CERITA SEX, CERITA ML, CERITA PANAS


pembokat tetangga montok abis

Ini Kisah Sudah Lama Saat Ane Masih Duduk di Bangku SMA tepatnya kelas 3. Kejadiannya Tepat 17 Agustus (Ngeri kan Pas HUT RI).

Dimulai dari tetangga ane yang punya pembantu baru untuk mengurusi anaknya yang masih balita. Tetangga ane memang punya anak perempuan juga yang masih kelas 1 SMA, namun karena saking banyak lesnya si kakak tak bisa menemani adiknya. Tetanggaku merupakan seorang guru dan suaminya seorang dosen, jadi sehari-harinya memang tidak bisa menemani sang buah hati yang masih kecil itu. alkhasil didatangkanlah seorang pembantu.
sebut saja namanya Sari. Sari didatangkan dari sebuah desa yang memang sudah putus sekolah dari 2 SMP. Ane tahu, karena sering mendengar ibuku bergosip. tampaknya Sari tak beda umur denganku. mungkin dia beda dua tahun. terlihat sangat jelas raut mukanya masih muda. Karena kebiasaanku yang sering membaca cerita-cerita panas, terlebih lagi tentang pembantu, membuat aku merasa ingin mencoba sensasinya. maklum daerah ane banyak pembantu (Komplek ya gan ) namun kebanyakan tua. Namun, kedatangan Sari membuat semuanya berubah.

Ane memang tak akrab dengan pembantu, namun, suatu hari, di depan rumah ane, kira-kira sekitar pukul 3 sore, Sari sambil mengendong anak tetangga (namanya Tristan) berada di depan rumahku. Saat itu, ane sedang mencuci ane. Dengan sengaja (namun, tanpa maksud apapun ya) ane menggoda si Tristan, ane berniat menggendongnya. dengan basa-basi sedikit, ane pun berhasil membuat Tristan mau digendong denganku. Tanpa sengaja, tangganku mengenai payudara Sari yang terbilang tidak terlalu kecil namun tidak besar juga. Sari diam tanpa ada rona marah. dalam hati ane berpikir, apa perlu dites sekali lagi. Setelah tidak terlalu lama ane bermain dengan Tristan, Ane kembalikan Tristan, namun kali ini ane mencoba sengaja sedikit memegang Payudaranya. Ya, Sari pun masih diam tanpa protes sedikit pun. Dalam benaku ada sedikit sinyal untuk memulai hasratku, tapi aku tidak ingin bergerak terlalu cepat. hal itu selalu aku lakukan, kurang lebih seminggu (saat ane ada dirumah aja ya) dengan respon Sari yang sama.

Disuatu kesempatan, tepatnya malam hari, ane yang baru pulang bermain, melihat Sari berjalan menuju ke arah warung ruang komplek, tanpa segan-segan ane pun menawarinya untuk dibonceng.

"Malam Sari, mau kemana udah malem gini," Ujarku,
"Oh, iya.., kamu anaknya Ibu Fitri khan," Tanya Sari, "mau ke warung mas, disuruh Ibu beli korek mas," Tambahnya
" Kok tahu, oh ya udah, mau aku temenin gak, warung yang deket, malem gini udah tutup, adanya agak jauh"
" Jangan Mas, Ngerepotin, apalagi ntar diliat tetangga ama satpam depan, gak enak mas,"
"Gpa" Sar, Udah malem, kasian anak cewek jalan Sendirian, Kilahku.
"bener Gpa" mas, ya udah, klo gitu, maaf ngerepotin,"

Sari akhirnya berhasil kuboncengi, dengan kubawa muter-muter dan mencari warung yang lumayan jauh. biarpun jauh, bagiku tak masalah, karena Payudara Sari menempel dipungunggku. Usai ketemu warung, Sari lalu turun membeli korek, namun ada hal yang mengejutkan, "mas aku lupa bawa uangnya, tadi kayaknya ketinggalan di dalem kamar,"
Oh, gpa" Sar, aku kira apa, Ini pakai saja dulu uangku, nanti dikembalikan pas besok aja," Ujarku.
Setelah tanpa segan Sari menerima uangku, Sari pun kembali berkata, "Mas gpa" aku boncengan kayak gini, nanti ada yang lihat, Malu"
(aku berpikir awalnya, kiranya Sari sadar dengan kelakuanku untuk menikmati sentuhan Payudaranya, ternyata bukan itu), Gpa" Sar, khan tadi udah bilang, sudah malam.

Setelah mengantari Sari sampai kerumah, ane kembali juga pulang. Tepat dua hari setelah kejadian itu, adalah hari 17 Agustus, dimana seluruh warga komplek membuat panggung di depan komplek. Acara tersebut yang berlangsung malam hari, tentu didominasi oleh Bapak-Bapak dan Para ibu untuk seru-seruan, sedangkan anak mudanya, sedikit terpisah.
Saat ane ingin mengambil rokok yang tersimpan dirumah, Sari memanggilku, untuk mengembalikan uangnya, "Mas, ini uang waktu itu beli korek," sembari menyodorkan lima ribu rupiah.
"Tak usah sar, toh juga gak ada kembalian, oh ya kok Sari gak ikut di depan," tanyaku
"Gak mas, Tadi sebentar kesana, eh Ibu suruh aku untuk suruh bawa pulang Tristan supaya tidur," ujarnya
"Sekarang Tristan mana Sar,"
"Ada mas, Didalam udah nyenyak tidur, dia klo tidur susah bangunnya,"
(pucuk dicinta ulam pun tiba dibenaku) ya udah, Sari ikut aja kerumah, ambil kembaliannya, aku gak bawa uang soalnya, gpa" khan Tristan ditinggal sebentar,"
"Gpa" mas, klo cuma sebentar, jawab Sari
Alkhasil Sari berhasil mengajak Sari kerumahku yang jaraknya cuma satu rumah saja, awalnya Sari menunggu diluar, tapi kusuruh masuk saja dengan dalih rumah sedang sepi. tanpa penolakan pun, Sari mau ikut masuk.
Mas, cari apalagi mas, uangnya gak ketemu, Sari yang dari tadi menunggu di depan kamarku, bertanya
bukan Sar, Rokokku, bisa minta tolong bantuin aku gak?
Gpa" mas, aku masuk, tanya Sari penuh keraguan
Gpa" kok, juga sepi ini, kilahku
dengan pura-pura mencari, kusengaja menyenggol pintuku agar tertutup. hal itu membuat Sari kaget. "mas, kok pintunya ditutup?
"oh ya Sar, gak sengaja kesenggol, tapi ada yang mau aku obrolin sebelumnya sar," cakapku agar dia tidak curiga
"apa itu mas, kok serius amat,"
"gini sar, sudah lama, aku suka melihat kamu, apalagi kadang aku gak sengaja menyentuhmu sar, maaf Sar bukan maksud aku kurang ajar, tapi aku jujur Sar, aku cuma minta maaf atas kelakuanku"
"oh, aku kira apa mas, Sari udah tau kok mas, tapi Sari gak bilang, karena Sari sebenarnya naksir mas,"
"hal itu membuatku bukan kaget, tapi kudekatkan diriku ke dia," yang benar Sar? berarti klo aku boleh menyentuh kamu,"
"jangan mas, gak enak klo sampai diliat orang," ujar Sari.
"gpa" kok Sar, gak ada orang ini apalagi acara itu sepi," ujarku. tanpa banyak basa-basi, Sari kutarik tangannya, dan kulumat bibirnya, awalnya sedikit kaku, tapi Sari mulai menikmati.
Kudorong dia ketempat tidurku, sambil tanganku memegang payudaranya yang sudah kuidam-idamkan, Sari tak berontak sedikit pun. tak lama kuturunkan celananya hingga celana dalamnya melorot. awalnya ingin kumasukan tanganku, ternyata Sari sudah basah, tanpa ragu-ragu, aku mulai buka celanaku.
Tampangnya basah tak selalu mulus, lubang Sari begitu sempit, sehingga sulit, bahkan sampai Sari pun sedikit teriak, namun, niat itu tak aku urungkan, aku dorong agak sedikit kencang hingga akhirnya masuk. kugoyang Sari perlahan-perlahan, Sari pun mulai mendesah, bahkan dirinya tanpa disuruh, membuka bajunya, kemudian bangun melumat bibirku.
aku pun semakin menderu-deru, kukecangkan lagi goyanganku, Sari pun semakin berisik. aku suruh Sari untuk berposisi Doggy, awalnya sedikit binggung dia, namun, secepat kilat aku mengajarinya. disinilah "Senjataku" bagai diisap oleh vacum cleaner, Sari semakin becek dan berisik, akupun semakin cepat bergoyang, karena ini bukan pengalaman pertamaku, aku tahu kapan saat aku sudah mau keluar, namun apadaya, saat aku ingin keluar, Sari semakin mendesah dan menarikku, alhasil aku pun keluar dari dalam.
Sari sedikit binggung, tapi aku bilang, gpa" Sar abis ini kau ke kamar mandi bersihkan, namun sebelum itu, kau jilat dulu punyaku agar kau semakin tidak hamil, ujarku sedikit menipunya.
kurang lebih kami 15 menit, dan Sari menyiram vaginanya, sambil aku bantu untuk membersihkannya. tepat saat aku mengantarkannya ke pintu depan rumahnya, orang rumahnya pun berjalan, dan Sari pun segera masuk.
Kejadian ini sering aku ulangi saat siang hari, waktu orang tuaku tak ada dirumah, terkadang Tristan asyik sedang bermain di ruang tamuku, aku pun main bersama Sari.
Setelah 5 bulan, Sari disuruh balik ke rumah orang tuanya, karena ada juragan kambing yang ingin mempersuntingnya. alhasil sampai sekarang aku tidak bertemu dengan Sari lagi, si pembantu tetangga yang montok.

CERITA DEWASA, CERITA NGENTOT, CERITA HOT, CERITA SEX, CERITA ML, CERITA PANAS


pembantu baru temenku yang mantabbb

kisah ini bermula ketika gue diajak oleh sahabat gue, Erik untuk main dan menginap kerumahnya. Erik adalah sahabatku di sekolah. kemana-mana kami selalu berdua. gua yang sama-sama siswa kelas III SMA sekolah swasta, sering bermain dengan Erik. Gw termasuk sering menginap dan bermain di rumah Erik karena orang tuanya jarang sekali ada dirumah, dan dirinya juga anak tunggal. Jadi gw betul siapa saja yang ada dirumahnya, termasuk pembantunya. oh ya, sebelumnya perkenalkan nama gue Agun (nama samaran tentunya).

Suatu siang, Erik mengajak gue bolos kerumahnya. karena alasan pelajaran matematika yang belum mengerjakan tugasnya yang juga gue gak mengerjakannya.

"cabut yuk Gun!" ajak Erik
"Mau kemana?" Dirumah lu? tanya gw
"gue mau kerumah Bunga, dia lagi abis pulang dari Manado, jadi dia izin, sekarang rumahnya lagi sepi"
"gak mau gue, yang ada jadi obat nyamuk doang"
ya, udah lu kerumah gw, lu tunggu aja gw dirumah"
"ngapain dirumah lo?"
"ngapain kek. main PS kek lo. makan kek. terserah lo deh"

"gue sendirian donk dirumah lo?"
"ya gak apa-apa. mau nggak?"
"ayo deh. daripada ketemu pelajaran matematika. mending dirumah lo"

kami pun berangkat kerumah Erik. sesampainya disana, Erik langsung memacu mobilnya menuju rumah Ani. gadis cantik keturunan Manado yang sudah menjadi pacarnya selama sebulan ini. Seperti biasa, rumah Erik sepi. hanya Yuyun (nama samaran) seorang pembantu rumah tangga yang baru bekerja selama dua minggu dirumah Erik.
Gw hanya duduk sambil bermain PS. sesekali ke dapur membuat minum dan memasak mie instan. Yuyun diruang atas sedang sibuk menyetrika pakaian. Gw mulai bosan, mulai gue periksa isi laci lemari Erik berharap menemukan sesuatu yang menarik. laci satu tak ada apa-apa. laci dua tak menarik. laci tiga, sebuah plastik hitam. apa ini? dibuka dan isinya lusinan video porno milik Erik. ini sungguh membuat gw penasaran.

Satu video gue pilih. sebelumnya kututup pintu kamar Erik, kurapatkan gorden sehingga menutupi seluruh jendela. ah, video porno versi jepang. Gue sangat tertarik akan hal ini. wanita berkulit putih serta mulus. desahan yang membuat libido meningkat. dan wajah pemerannya yang agak polos. alasan itulah kenapa gue menyukai video porno jepang. tiga film telah kutonton (yang kupercepat juga), dan hasrat gue memuncak. tak ada pelampiasan. penis mulai mengencang. sudahlah, pikir gue, malas juga jika harus membuang percuma di kamar mandi Erik.

Tak lama, perut kembali diserang lapar. jam tangan menunjukkan pukul tiga sore. dan Erik belum pulang. Gue menuju dapur, berniat membuat roti lapis coklat. langkah Gue terhenti ketika kulihat Yuyun, dengan posisi membungkuk sedang membereskan pakaian yang telah ia setrika. lapar di perut seketika hilang. kini hasrat bercinta yang mulai kelaparan. Gw naik ke lantai atas, menghampiri Yuyun.

"eh, mas Gun" Yuyun sadar akan kehadiran Gue.
"lagi ngapain Yun? sibuk banget nih keliatannya" tanya gue.
"ini mas, setrikaan lagi banyak banget. musim hujan, banyak yang belum kering" jawabnya dengan logat jawa agak kental.
"oh. gue bete dikamar sendirian. boleh ya gue disini?"
"lho? mas Erik-nya kemana toh?"
"Erik lagi kerumah pacarnya. udah dari tadi belum balik-balik"

Gue merebahkan tubuh disamping Yuyun yang masih sibuk menyetrika pakaian. gadis jawa bertubuh pendek ini sedikit seksi. kulit yang kuning langsat serta bulu-bulu halus di tangannya membuat diri gue makin bernafsu dengannya. Melihat bra berwarna hitam dari sela-sela lubang tangan kaosnya. hasrat untuk menidurinya makin tinggi.

"boleh kan gue tiduran disini Yun?"
"emmmm.. kenapa ndak dikamar aja mas? disini kan Yun lagi nyetrika"
"dikamar nggak ada temen ngobrol Yun. bete sendirian"

tangan mulai nakal menggelitik lengannya. Yuyun menampik dengan halus. gadis jawa ini membuat gue bernafsu. umurnya mungkin sekitar 17 atau 19 tahun-an. hampir sepantaran dengan gue, namun tampaknya lebih tua Yuyun. tangan nakal kembali bermain. kali ini mengusap-usap pahanya. ia kembali menampik.

"mas Gun, ndak boleh begitu mas" tolaknya.
"hihihihihi," hanya ketawa saja gue mendengarnya

Tolakan dari Yuyun makin membuat tangan gw nakal. kali ini mulai berani menyentuh payudaranya. dan ia kembali menolak serta menampik tanganku. gw terdiam beberapa saat. Yuyun pun diam. lalu kembali bermain di payudaranya. agak kecil namun kencang dan padat. Yuyun menampar tangan gue.

"mas Gugun jangan kurang ajar ya! aku ini wanita baik-ba.."

Tak sempat ia meneruskan kalimatnya, langsung kupeluk dan kuciumi bibirnya. ia berusaha melepaskan pelukanku. makin berusaha melepaskan, makin erat ku memeluknya. dan makin ganas kuciumi bibirnya. ia sedikit meronta, namun ku dekap erat tangannya. ku gigit pelan bibirnya. ku tarik lidahnya. kumainkan irama ciuman dengannya. kali ini gerakan merontanya lebih santai. ciumanku disambut olehnya. bibirku pun dibalas gigit. lidahku dibalas tarik dan kami berciuman.

Sambil berciuman, tangan kananku menggerayangi payudaranya. sedikit kuremas-remas. tangan kiriku meremas pantatnya. sesekali kutampar-tampar pantatnya. Yuyun terlihat menikmati. matanya terpejam dan masih membalas ciumanku. kali ini dengan liar. libidonya mungkin meninggi saat kuremas payudaranya. kujilati leher dan sekitar telinganya. Yuyun mendesah. kujilati daun telinganya. desahannya makin keras. tanganku berpindah menuju daerah sensitifnya. vagina. ku gesek-gesek jariku ke vaginanya. ia bergetar. ia medesah. ia kenikmatan.

"mas mau disini," tanya Yuyun
"Terserah aja Yun," jawabku
"mas, dikamarku aja ngelakuinnya yuk!" ajak Yuyun.

Gue pun mengangguk. kamar belakang dekat dapur adalah kamar Yuyun. hujan turun lebat sore ini. Gue makin bernafsu. Erik tak mungkin pulang saat hujan lebat begini. ibunya pun nggak bakal sampai dirumah jam segini. situasi aman. situasi makin mendukung saat hujan turun. membuat bercintaku dengan Yuyun makin indah.
kamar dengan ukuran 4x3 m ini sungguh rapi. Yuyun merebahkan tubuhnya diranjang. membuka semua pakaiannya, hingga telanjang bulat. astaga kulit putihnya sungguh indah. bulu-bulu halus disekitar vaginanya memberi kesan eksotis. aku makin keranjingan. kubuka semua pakaianku. langsung ku hantam vaginanya. kujilat klitorisnya. ia mendesah.

"aahh.. aahh.." desahan Yuyun.

makin semangat kujilati vaginanya. sambil kupilin-pilin puting payudaranya yang mulai mengeras. puting yang masih merah dan payudara yang tidak terlalu besar. pantatnya padat. pinggulnya bernilai 8. ah, pembantu yang bagus pikirku. makin garang kujilat vaginanya. terus kujilat sampai pada akhirnya..

"aah.. mas Guuuunn.. aaahhh.. aku keluar mas..."

ia klimaks.

kali ini ia kutuntun untuk menghisap batang penisku yang sedari tadi telah tegak berdiri. dibenamkan dalam-dalam penisku ke mulutnya. dengan gerakan maju mundur. kepala penisku sesekali digigit-gigit. ah, sungguh nikmat. testikel-ku disedotnya. ah, makin nikmat. cukup lama menggarap panisku dimulutnya. kali ini penisku siap memasuki lubang kenikmatan.
Yuyun sudah pasang posisi mengangkang diranjang. membuka lebar-lebar pahanya. terlihat jelas vagina dengan bulu-bulu halus yang menggoda. penisku siap meluncur. ku arahkan batang penisku ke lubang vaginanya. sebelum kumasukkan terlebih dulu ku gesek-gesek kepala penisku dimulut vaginanya. Yuyun hanya mendesah kecil. penisku langsung masuk melesat kedalam vaginanya. cukup sulit dan perlu tenaga ekstra. vaginanya sungguh rapat. Yuyun merintih, agak kesakitan. penisku tak menyerah, berusaha masuk kedalam. makin kuat kutekan. makin kuat kutekan. hingga penisku masuk. dan terbenam dalam vaginanya.

"aaahhh.." ia sedikit berteriak.

kumainkan penisku dalam vaginanya. ku goyang pinggulku. dengan gerakan maju mundur. masuk keluar. dengan perlahan-lahan. Yuyun memejamkan matanya, sedikit meringis kesakitan. dan darah segar membasahi penisku. astaga, ia masih perawan. kembali ku goyangkan pinggulku. masih dengan gerakan maju mundur seirama dengan liukkan tubuh Yuyun yang sedikit menggelinjang. merintih dan mendesah. aku makin kuat. aku makin liar menghantam vagina Yuyun. seiring teriakannya yang keluar dari mulutnya. petir pun menyambar-nyambar. hujan diluar makin lebat. membuatku makin bernafsu menggerayangi tubuh Yuyun. sambil penisku bermain di dalam vaginanya, tanganku aktif meraba-raba payudaranya. meremas dan memilin-milin putingnya. mata Yuyun masih saja terpejam. sesekali ia mengernyitkan alisnya. menggigit bibirnya. dan mendesah.

"aahh..aahh..aaahhh" desahan Yuyun mengisi ruangan.

terus kulancarkan serangan penisku ke vaginanya. gerakan maju mundur pinggulku makin buas. makin liar dan makin kuat. makin deras juga liukkan tubuh Yuyun yang merasakan kenikmatan. aku pun makin menikmatinya, menikmati vagina Yuyun. penisku dimanjakan oleh vagina seorang perawan. rapat. menjepit dan kesat. kali ini Yuyun makin liar. ia mencabut penisku dari vaginanya, kemudian mengulum penisku dengan ganas di mulutnya. mataku mengerjap merasakan nikmat. lalu ia kembali menuntun penisku untuk kembali masuk kedalam vaginanya.

aku pun tak mau kalah ganas. makin kupercepat goyangan pinggulku. makin cepat dan deras hantaman penisku didalam vaginanya. gerakan tubuh Yuyun makin tak terkontrol. ia makin menggelinjang. desahannya makin kuat. aku hampir klimaks.

"aahhh..ma..ma..mas Gun. aku mau ke..keluar.." katanya terbata-bata.
"aku juga Yun"

aku hampir klimaks. penisku mengejang. vagina Yuyun bergetar. kucabut penisku, kusemprotkan cairan maniku di atas payudaranya. kental. basah dan banyak. Yuyun menggelinjang diatas ranjang. vaginanya basah oleh cairan yang keluar dari dalam vaginanya. tubuhnya lemas. begitu pula tubuhku. payudaranya dipenuhi cairan maniku. bulu-bulu halus disekitar vaginanya memberik keindahan pada tubuh gadis jawa ini.

"aahh, mas Guun"
"haah..haah.." aku masih terengah-engah.
"tadi itu enak sekali mas" ucapnya singkat, kemudian memejamkan mata.
"aku juga enak Yun" seraya kuciumi keningnya.

Yuyun pun tertidur pulas, dan gw memilih untuk tidur di kamar Erik. Suatu hari gw menceritakan hal ini kepada Erik. dan Erik sontak terkenjut, namun dirinya ingin juga merasakan kenikmatan pembantu barunya itu.


CERITA DEWASA, CERITA NGENTOT, CERITA HOT, CERITA SEX, CERITA ML, CERITA PANAS


BERAWAL DARI KECELAKAAN

Sejak lulus SMP perasaanku berkecamuk antara melanjutkan sekolah ketingkat SMA.
Lama aku merenung dan berpikir dan aku memutuskan untuk berhenti dan mencoba peruntungan bekerja ke kota pahlawan.
Karena aku sadar orang tua tak kan sanggup untuk membiayai sekolah dengan keadaan ekonomi keluarga yang serba kekurangan.
Dan kuputuskan untuk ikut saudara ikut saudara bekerja menjadi kuli bangunan di kota pahlawan.
Hingga tak terasa sudah 5 tahun aku sudah bekerja menjadi kuli bangunan dikota pahlawan.
Itulah kisah piluku semasa remaja dulu.
Dan perkenalkan namaku Bara pemuda asli MADURA dengan kulit gelap dengan tingi rata-rata pemuda indonesia saat ini.
Dan sekarang aku akan menceritakan kisah romantis yang kualami ketika aku bekerja diproyek pembangunan ruko yang terletak di daerah SIDOARJO.
Kisahku berawal dari sebuah kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada diriku dan INTAN.
INTAN adalah gadis kota keturunan cina yang sekolah di SMA KATOLIK yang ada di K.I.N.
INTAN gadis manis berambut lurus dan panjang sebahu dengan tinggi sekitar 165 kulit putih seperti biasanya gadis keturunan cina.
""""Gruabaaak"""" aku terpental dari sepada ontel yang slalu menemaniku diwaktu aku bekerja dan mataku terasa gelap sejenak.
"Mas.... mas.... Mas.... Mas gak pa pa"?
Suara gadis membangunkanku.
Aku tersadar dan hati kecilku berkata "apa aku sudah meninggal?" karena aku melihat bidadari duduk di sebelahku.
Dan kemudian "mas sudah sadar ya, syukurlah"
apa yang terjadi pada saya aku bertanya?
Maaf mas tadi saya tidak sengaja nabrak sepeda mas, karena saya terburu2 mau berangkat sekolah.
Dan gadis tersebut mengambil selembar uang di sakunya 50rbu dan menulis sesuatu di uang kertas tersebut.
Dan berkata kalau uangnya kurang buat berobat kamu silahkan telpon ke nomerku yang ada di duit yang aku kasih barusan.
Dan tanpa sepatah katapun lagi kemudian ia menyalakan sepeda maticnya dan berangkat entah kemana.
Aku hanya terdiam tak sadar siku tangan dan lututku terluka.
Dan akupun melanjutkan perjalanan ketempat aku bekerja dengan keadaan sepeda ontelku dengan roda yang sudah tak berbentuk lingkaran. Dan kumulai pekerjaan dengan kaki dan tanganku yang semakin lama teras perih. Dan aku hanya sanggup bekerja setengah hari.
Dan kepala proyek mengizinkan aku untuk istirahat di kost2an.
Dan akupun pulang, di tengah perjalan aku berhenti di toko langgananku untuk membeli rokok.
Dan ketika hendak aku bayar aku tertegun sejenak melihat uang 50rb bertuliskan INTAN 08193XXX dan pikiranku teringat kejadian tadi pagi.
Dan kemudian aq pulang kekost2an dan berbaring di kasur butut kost2an.
Di kamar kupandang uang kertas yang mengingatkanku pada bidadari yang menghampiriku tadi pagi.
Ku ambil HP dan q coba hubungin nomor yang ada di uang kertas tersebut.
Tuut tuut tuut (bukan kentut lockh).
"Halo"
ya halo jawabku
"ini sapa ya"
aku bara yang kamu tabrak tadi pagi.
"oy maaf mas aku tadi langsung ninggalin mas, karena aku tadi pagi ujian, gimana kedaan mas sekarang"
ya aku gak pa cuma lecet sedikit.
"ya udah syukurlah mau saya antarkan kerumah sakit mas"
ndak usah mbak, aku gak kenapa kok, tapi sepedaku rusak aku gak bisa kerja sekarang.
"ya udah entar saya ganti dengan sepedaku"
ndak usah mbak gk pa kok aku perbaiki sendiri aja.
"Rumah mas di mana?"
aku kost di deket pasar sapi mbak
"ya udah ntar aku kesana"
ndak usah mbak
"ditunggu ya mas aq mau berangkat les ntar habis les aku ke kostan mas, maaf ya mas"
tuut.... Itulah awal perbincangan kami.
Aku kemudian tertidur.

Tututuuutut tututuuutut tututuuutuuuuut
HP berbunyi membangunkan tidurku
kulihat HP ternyata INTAN.
Halo mbak
"ya mas, aku sekarang di pasar kostan mas sebelah mana ya"
oh di sebelah barat pasar ada gang kecil trus kamu masok perempatan kedua belok kiri.
"oy aku tahu"
tuuut INTAN mematikan telponnya.

Aku tunggu di depan kostanku dan tak lama kulihat intan mengayuh sepeda ontel dengan keranjang di depan.

"Hai mas Intan menyapa"
ya mbak silahkan masuk.
"Mas bener2 gak pa ya" sambil melihat bekas luka di siku dan lututku.
Ndak pa luka kayak gini sudah biasa mbak bagi pekerja kasar kayak saya ini mbak.
"Ya udah syukurlah kalau begitu"
Oy mbak kok kamu pakek sepeda ontel kok gk bawa motor.
"Iya aku kalau lagi les lebih suka kayuh sepeda kan sehat mas, badan juga bisa tetap langsing" Oh pantesan mbak langsing suka olah raga sih.
"Mulai deh naluri cowok yang suka ngegombal jawabnya. Ya udah mas aku mau pulang sepeda ini aku kasih mas"
lo ntar mbak pulangnya mau jalan kaki ya.
"ya ndak lah mas ntar temenku mau jemput"
kemudian aku mengobrol tentang kisah hidupku yang melarat hingga hingga memaksaku bekerja di surabaya menjadi kuli bangunan.
Tiba2 tiit tiit. "Itu temenku datang aku pulang dulu mas"
aku mengantarkan sampai kedepan pagar kost.
Kemudia ku dikenalkan pada temannya yang bernama fani.

Sejak saat itu hubungan aku semakin dekat.
Dan INTAN sering mengajak aku makan, nonton nemenin belanja.

Dan pada suatu hari ketika aku lagi makan di sebuah kafe dan hendak mau membayar, tiba tiba intan gelisah,
"Bar kamu bawa uang gak?"
tak liat dulu dompetku ada nickh 50rb emang kenapa?
"Dompetku ketinggalan dirumah kmu bayarin dulu ya Bar"
ya udah sekali2 aku yang traktir jawabku.
Tapi ketika aku hendak mau bayar kekasir aq bergetar dan keringat dinginku keluar.
Mas dompetku ketinggalan gimana kalau aku titip KTP dan SIM aku mau ngambil dompetku dulu atau aku mau bantuin cuci piring sampai toko ini tutup kalau mbak gk percaya rayuku pada kasir.
"Bar, apa apan kamu malu2in aja tadi kan kamu punya duit 50rb kan cukup buat bayar makannya" teriak INTAN.
Ndak mau sampek matipun aku kan nyimpen duit ini karena duit ini sangat berharga buat aku.
"Nanti sampai rumah aku ganti Bar" teriaknya lagi hingga semua penghuni kafe melihat kearah kita.
Ndak tan uang ini sangat berharga buatku.
Karena uang ini adalah kenang2an dari pertama kali kita ketemu, karena uang inilah aku bisa kenal sama bidadari secantik kamu, jujur Tan aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu, mau kah engkau menghabiskan waktu hidupmu hanya bersamaku.
Tiba tiba ada tepuk tangan dari penghuni kafe di iringi teriakan "TERIMA TERIMA TERIMA"
Muka intan memerah tersipu malu karena di tembak di keramaian.
Dan intan menjawab
"ya aku mau, ini kata2 yang aku tunggu dari mulut kamu Bar, aku juga sayang sama kamu aku juga cinta sama kamu aku ingin hidup bersamamu.
Di iringi tepukan tangan dan siulan di iringi teriakan penghuni kafe aku memeluk tubuh INTAN, dan mulai hari itu kita jadian dan ada penghuni kafe yang membayarkan karena suka dengan cara nembakku.

Hari demi hari kulewati dengan intan pacar pertamaku, bidadari pertamaku.

Dan pada suatu hari, hari yang takkan pernah kulupakan diwaktu kelulusannya dari sekolah.
INTAN bertanya padaku.
"Bar kamu sayang gak sama aku"
gak usah di jawab semut aja tau kalau aku tu sayang banget sama kamu.
"tapi kenapa kamu gk pernah mau untuk menciumku"
dreeg hatiku terasa tersambar petir.
E... E.... Aku takut aja karena aq malu takut entar kamu marah, di kira gk sopan (emang dasar aku orang cupu)
intan hanya tertawa lebar
"emang dasar kamu tuckh kok jadi cowok lugu banget sickh, goblok, idiot, katrok, gila,sleep
aku langsung kecup bibirnya aku peluk erat tubuhnya, dia membalas dengan menjulurkan lidahnya kedalam mulutku.
Aku hanya meraskan air liurnya terasa manis.
Dan hanya berapa menit kusudahi first kiss yang katanya orang gk kan pernah di lupakan.

Apa sekarang kamu percaya kalau aku sayang sama kamu.
INTAN hanya mengangguk dan dia menciumku kembali.

Minggu berganti minggu kemudian berganti bulan tibalah pada hari ulang tahunku yang ke 21.

"Yank di ultahmu ntar kamu minta kado apa?"
aku hanya ingin kamu setia aja, itu sudah cukup buat aku.
"cuma itu aja?"
ya itu sudah cukup.
"ya udah aku akan berjanji setia pada kamu"
oy ada yang aku ingin tanyakan kepadamu "dek" (panggilan sayangku padanya dia sebenarnya gak mau)
"mau tanya apa"
kenapa kamu bisa cinta sama aku padahal kamu tau sendiri aku tu jellek item dekil n the kumel, kere lagi.
"eh yank aq tu sayang ma kamu bukan karena bentuk fisik n latar belakang kamu"
"aku sayang ma kamu karena kamu tu pekerja keras kamu rela banting tulang hanya buat bantu keadaan ekonomi keluara dan nyekolahin adik kamu, kamu baik hati lucu lagi"
apa kamu gak malu kalau jalan bareng ma aku.
"ngapain malu udahlah gk usah bahas itu, intinya aku sayang ma kamu apa adanya, titik" aq mau pulang dulu mau bikin kejutan di hari ulang tahunmu, udah ya.. da dag sayang muackh dia memberi kecupan di bibirku dan bergegas pulang.
Dan di malam ulang tahunku aku tidur dengan nyenyak.
Dor dor dor ada yang mengetuk kamar kostku, kuliat jam ternyata sudah jam 23 47.
Ku buka pintu ternyata INTAN dengan kue ulang tahun bertuliskan namaku.
Suit suit temen kostku menggoda kita berdua. Dan ber kata anton "oh intan kau sebening intan, oh bara kau gosong seperti batu bara" ha ha ha teriak penghuni kost yang lain.
Dancok kalian semua trus grubak kututup pintu kamarku.
Sudah gk usah marah, rayu INTAN.
Ndak q gk marah cuma nyari perhatian aja biar aku bisa kekamar ber2 sama kamu dan anak2 gk kan ganggu2 aku lagi.
Karena ku tahu anak2 gak kan macam2 kalau liat aku sedang marah.
"oo gitu ya emang kamu kalau marah kyak gimana sickh" "karena selama aku bareng kamu aku gak pernah liat kamu marah, kamu tu sabar banget yank"
kamu malem ini cantik banget dek dengan celana pendek berwarna hitam kontras dengan paha putih serta kaos putih longgar bergambar mickey mouse.
"emang kemarin aku gak cantik ya yank"
yo cantik tapi malem ini kamu beda kamu terliat lebih cantik dari biasanya.
Mukanya merah dan menunduk malu sambil menghidupkan lilin yang ada diatas kue yang bertuliskan namaku.
Selamat ulang tahun bla bla dia menyanyi dan menyurhku meniup lilinnya.
Aku meniup dan mengucapkan terima kasih.
Dan akupun memeluk n menciumnya.
Aku sayang kamu
"aku juga"
kitapun makan kuenya berdua.
Disela sela makan intan bertanya.
"Boleh gk malem ini aku nginep dikostanmu.
Aku ingin menghabiskan malam ini bersamamu"
ya udah boleh aja tapi emang kamu bisa tidur di kasur butut ini.
"asalkan berdua denganmu pasti tidurku nyenyak"
tak terasa jam sudah 01 30
ya udah kamu tidur sudah malam.
Kemudian dia berbaring dikasur yang tak beranjang tersebut dan aku tidur di samping lemari beralaskan sarung.

"yank ngapain kamu tidur di situ, ayo tidur berdua denganku"
gak dek aku malu
"kalau kamu gk mau tidur disini aku akan marah besar"
ya udah aku tidur tapi membelakangin intan bidadari yang selama ini ku impikan sekarang tidur di sampingku.

Srek tiba2 sebuah tangan diselipkan diantara ketekku menuju dadaku, ternyata INTAN sudah memelukku dari belakang.
Kemudian ku berbalik dan dia berkata
"aku sayang kamu aku ingin hidup dan nikah denganmu"
kemudian dia mencium dan memelukku erat sekali hinggu ku merasakan hangat tubuhnya bau parfumnya.
Payudaranya teras menempel lembut di dadaku. Ku cium lehernya dia hanya mendesah ringan kucoba menyentuh payu daranya dia diam seolah menikmati ku masukkan tanganku kedalam kaos dan menyingkan BHnya.
Memang tak terlalu besar pas dengan genggamanku.
Kubuka kaosnya ya?.
Dia hanya mengangguk.
Dant terlihat tubuh puti mulusnya tak lupa kubuka kail BHnya.
Terpampanglah payudara mungilnya dengan pentil berwarna merah muda menyala.
Ku mencium dan menggigit kecil puting susunya dia semakin mendesah hingga meninggalkan bekas berwarna merah menyala.
Kemudian turun keperut n pusarnya kucium lembut.
Dek kubuka celananya boleh gak? Dia cuma mengangguk.

Kemudian kubuka celanana beserta dalamannya.
Ku hanya terdiam melehat vagina mungil yang diselingi bulu bulu tipis diatasnya.
Kuhanya diam terkesima.
"yank kenapa cuma diam kok kamu tega aku di biarkan telanjang sendiri, kamu buka bajunya juga donk"
tanpa pikir panjang lagi ku buka semua kain yang menutupi badanku dan hanya kontolku yang mengacung keatas seolah menantang setan yang ada di ruangan kamar kostku.
Ku mulai mencium bibir manisnya lagi hingga leher kemudian turun kepayudaranya.
Dek boleh gak kumasukkan burungku kesangkarnya dia hanya mengangguk.
Ku mulai kangkangkan selangkagannya terlihat vagina merah pucat menganga.
Kuelus eluskan ujung kontolku kebibir vaginanya dia cuma bisa mendesah.
Vaginanya sudai terasa licin.
Kucoba memasukkan, tapi sumpah susah banget, kudorong sedikit demi sedikit hanya separuh kepala yang bisa masuk ke vaginanya kudorong lagi hingga kepala kontolku masuk kedalam rongga vaginanya.
Intan berteriak sakit yank, perih yank, pelan2 dong dia meneteskan air matanya.
Maaf kemudian q mencabutnya kembali karena tak tega.
Kulihat kepala kontolku berlumuran darah perawannya.
"Kenapa kamu cabut yank"
aku gak tega yank aku gak bisa melihat kau kesakitan dan menangis. "Sudah lanjutin aja aku gak pa aku kan coba tahan"
Baiklah aku coba lagi memasukkan kontolku lagi.
Slep aaaakh sakit jeritnya lagi ketika kepala kontolku menerobos liang vaginanya.
Tu kan kamu teriak lagi celotehku.
"sudah gak pa yank teruskan aku tahan"
kemudian sreeek sreeek ku tusuk lebih dalam.
Dia tambah teriak lagi.
Kudiamkan sejenak batang kontolku biar vaginanya terbiasa dengan kontolku.
"Tak kusangka burungmu gede juga celoteh intan menggodaku sambil menahan perih yang ada di vaginanya"
setelah berapa menit kurasakan kedutan kedutan didalam vagina intan.
Dan kumulai memaju mundurkan kontol ku pelan2 dan kemudian semakin cepat kucium bibir mungil INTAN agar dia bisa menahan rasa perih di vaginanya.
Setelah berapa menit genjotan yang ku lakukan dia sudah mulai menikmati enjotannya hingga dia mengangkat bokongnya tinggi2 menandakan kalau dia sudah mengalami orgasme yang disusul dengan orgasmeku. Ku semprotkan semua pejuku ke perut intan tanda kelegaanku.
Dan aku pun terkulai lemas di samping tubuh bidadariku.
Dan kukecup keningnya yang berkeringat dan dia kemudian kita tertidur pulas tanpa menggenakan pakaian sehelaipun.
Dan kamipun bangun kesiangan sampai jam 9 pagi.
Dan pagi itupun aku mencoba minta jatah lagi tapi Intan menolak, perihlah yang menjadi alasannya. Dan jam 10 kuantar dia pulang.
Baru seminggu lagi aku bisa ngentotin dia lagi..
Mulai saat itulah kami layaknya suami istri kalau ada tempat dan kesempatan pasti kita bersetubuh. Entah di kostan, hotel, pernah disungai.
Dan pada akhirnya kisahku berakhir ketika fani mendatangiku ketempat kerja kalau Intan mengalami kecelakaan dan menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit kara manjangan surabaya.
R.I.P. Intan i love you forever
hanya dengan coretan ini dan uang 50rb yang kau berikan padaku yang akan aku bawa hingga akhir nanti.



CERITA DEWASA, CERITA NGENTOT, CERITA HOT, CERITA SEX, CERITA ML, CERITA PANAS